Dapur Katering Cengap-cengap, Skuat PSMS Medan PT LI Jadi Korban

Dapur Katering Cengap-cengap, Skuat PSMS Medan PT LI Jadi Korban Seretnya aliran dana membuat dapur katering PSMS Medan versi PT Liga Indonesia (LI) cengap-cengap menyajikan asupan makanan bagi Afan Lubis dan kawan-kawan. Jangankan makanan bergizi yang mengandung 5 ribu kalori sesuai standarisasi asupan atlet, makan ala kadarnya saja pun keteteran. Situasi miris yang untuk kesekian kalinya ini kembali terjadi tadi siang, Rabu (27/2/2013). Pantauan Tribun di lapangan, jarum jam menunjukkan pukul 13:35 WIB saat pelatih kepala Suimin Diharja menginstruksikan agar pemain bersiap-siap untuk melakukan latihan siang. Namun, wajahnya sontak memerah tatkala diberitahukan bahwa belum satupun pemain makan siang. Setengah berlari, Suimin bergegas menemui Sekretaris Tim, Fityan Hamdi yang berada di salah satu kamar yang terdapat di lantai dasar, Mes Kebun Bunga. Keduanya tampak berbincang serius beberapa menit, setelah itu Fityan memanggil seorang official. Ia merogoh kantongnya dan menyuruh sang official segera membeli nasi bungkus. "Hitung semuanya ya, pemain ada 26 orang, tim pelatih dan yang lainnya. Beli saja 35 bungkus, cepat ya," demikian bilang Fityan. Nasi bungkus yang akhirnya diketahui seharga Rp 7 ribu per bungkusnya itu dibagikan official tadi, satu per satu kepada pemain. Jarum jam menunjukkan pukul 14:25 WIB saat tim mulai makan.Saat itu, Suimin Diharja menemui asistennya Suharto AD dan berujar, "jam latihan dimundurkan jadi jam 4 saja ya," katanya. Seyogianya, tim dijadwalkan berlatih pukul 15:00 WIB di gelaran latihan perdana ini pascalaga tandang menghadapi PSAP Sigli, Minggu (24/2/2013) lalu. Tujuannya, agar pemain bisa beradaptasi dengan cuaca panas. Namun, tim pelatih terpaksa gigit jari dan harus menataulang program latihan. Apakah ini berkaitan dengan ketiadaan pasokan makanan dari katering?. "Ya, Anda bisa melihat sendiri. Saya no comment," kata Suimin sembari berlalu pergi. Sebelumnya, pria berjuluk Pelatih Kampung ini menyebutkan anak asuhnya kesulitan beradaptasi dengan cuaca panas saat bertanding di Stadion Baharoeddin Lubukpakam, Deliserdang. Itu sebabnya ia menyusun program latihan yang dilakukan saat siang hari bukan sore hari seperti lazimnya. "Anak-anak kesulitan bermain di cuaca panas. Stamina mereka cepat melorot. Ini yang kami (tim pelatih) evaluasi dari dua laga kandang sebelumnya. Nah, menghadapi Persih Tembilahan dan Persisko Jambi, kendala ini harus kami antisipasi. Satu caranya adalah berlatih saat suhu udara masih panas, yaitu siang hari," katanya kala itu. Ditemui terpisah, anggota tim medis dokter Roriwansyah menyebutkan lambung memproses makanan kurang lebih dua jam. "Jadi kalau pemain makannya setengah tiga, nggak boleh langsung latihan jam tiga. Dalam konteks ini, pemain bisa muntah. Mereka butuh satu sampai dua jam agar makanan tercerna dengan baik sebelum latihan," katanya.

0 komentar: