Demi PSMS, Pemain PSMS LI Sepakat ke Bangka

PFCBILAL-Sirna sudah peluang PSMS Medan lolos ke babak 12 besar Divisi Utama PT. Liga Indonesia sirna. PS Bengkulu akhirnya mendapatkan kemenangan perdananya musim ini melalui Walk Out (WO) tim kebanggaan Kota Medan. Panitia pelaksana (panpel) pertandingan PS Bengkulu tetap menjalankan pertandingan sesuai dengan jadwal PT. Liga Indonesia. "Kami tetap jalankan pertandingan, sesuai dengan hasil teknikal meeting. Semua perangkat pertandingan sudah hadir di Stadion Semarak," ujar Sudirman ketua Panpel PS. Bengkulu. Hal senada juga disampaikan Usman sebagai pengawas pertandingan. Soal menang WO atau tidaknya PS Bengkulu ada pada PT. Liga Indonesia. "Soal WO atau tidak itukan ada pada PT. Liga Indonesia. Kami hanya menjalankan proses pelaksanaan pertandingan di Bengkulu," tegasnya. Alhasil sanksi pengurangan tiga poin menanti dan sekaligus menutup persaingan dengan PS Bangka menuju 12 besar. Jika juga tak berangkat menuntaskan pertandingan terakhirnya tersebut (9/6) nanti, PSMS pun akan turun ke Divisi II. Jika terjadi, ini merupakan torehan terburuk di sepanjang sejarah PSMS Medan. Menjaga agar tetap berada di jalur Divisi Utama, manajemen, pelatih dan pemain sepakat untuk tetap berusaha menuntaskan pertandingan. “Kami sudah sepakat dengan semua yang di tim ini, tak mau melihat PSMS Medan turun kasta ke Divisi II. Meskipun dengan atau tanpa dukungan Indra Sakti Harahap, PSMS harus berangkat. Ini demi menjaga marwah tim di kancah sepak bola nasional,” ujar Suharto AD yang didampingi para jajaran manajemen kemarin siang. Keinginan tetap memperjuangkan PSMS juga disampaikan pemain. Sebelum nanti akan menuntut gaji kepada Ketua Umum Indra Sakti Harahap, punggawa Ayam Kinantan bertekad ingin menyelamatkan PSMS. “Kami tak mau PSMS terperosok ke Divisi II, karena ini sulit diterima. Pemain siap bertanding melawan Bangka, sepenuh hati akan bermain. Setelah itu, kami akan kembali menuntut hak kami kepada Indra Sakti,” tegas Zulham Syahputra. Tekad baik seluruh tim PSMS ini tak mudah, karena pasti terbentur dengan krisis financial. Pundemikian, manajemen mengaku akan berusaha untuk mencarinya. “Biasanya di awal bulan bantuan PT. Liga Indonesia sebesar Rp50 juta sudah dikirimkan. Sisanya kita akan mencari ke donatur lain yang perduli PSMS,” kata Fityan Hamdy sekretaris tim PSMS. Tak hanya kepada donatur, manajemen PSMS juga telah memasukan surat audiensi ke DPRD Sumut dan Medan. “Kami berharap mereka perduli dengan PSMS. Karena kalau kita gagal berangkat lagi, Kota Medan tak lagi memiliki pamor dalam olah raga,” pungkasnya. (bolahita)

0 komentar: