PFCBILAL-Gelandang enerjik PSMS Medan versi PT LPIS, Donny Fernando Siregar membenarkan adanya ajakan dari asisten pelatih Edy Syahputra untuk latihan bersama. Menurutnya, ia dan rekan-rekannya tak menolak ajakan itu. Hanya saja mereka ingin jajaran pengurus klub punya permintaan dan merekomendasikan kapan latihan dimulai.
Sebab, jika permintaan itu ada artinya pengurus sudah berpikir untuk mengucurkan kontrak yang selalu ditunda-tunda pemberiannya. "Benar, kita sepakat dengan usulan bang Edy. Tetapi kita butuh juga rekomendasi dari ketua umum atau pengurus lainnya, sebagai bukti kalau mereka memang peduli sama tim ini. Ternyata, ketua umum bilang kita latihannya usai KLB saja. Kita sepakat dan berharap ada kejelasan setelah kongres," katanya saat dihubungi lewat telepon selularnya kemarin malam.
Donny Siregar menuturkan pihaknya tak bermaksud mengalamatkan kesalahan tunggal pada manajemen dan pengurus. Boikot latihan juga sebagai bentuk kekecewaan paling sahih yang ditujukan pada PSSI berikut operator kompetisi, PT LPIS. Sebab, hingga saat ini belum juga ada digelar manager's meeting.
"Kita sudah berlatih lebih dari empat bulan. Wajar kalau kami, pemain yang hanya mencari uang makan dari bermain bola berharap kontrak kami diberikan. Tapi gimana mau dikasih sementara manager's meeting belum ada. Kami pahami itu. Jadi, kalau pun kami latihan bersama, ini sebagai wujud kami respek terhadap PSMS," ucap pemain kelahiran Balige, Sumatera Utara ini.
Sebelumnya pemain memutuskan untuk tidak berlatih pada pekan lalu. Mereka baru bersedia latihan jika sudah ada titik terang soal kontrak. Selama ini pengurus hanya bisa memberikan uang transport dengan kisaran 2-3 juta.
Pemain juga hanya menerima uang panjar dengan besaran rata-rata 10 persen dengan kwitansi yang jelas tidak memikat. Beberapa pemain memutuskan mundur atau hengkang seperti Markus Haris Maulana, Ahmad Junaedi dan Anton Irawan.
(tribunmedan)
PFCBILAL-Gelandang enerjik PSMS Medan versi PT LPIS, Donny Fernando Siregar membenarkan adanya ajakan dari asisten pelatih Edy Syahputra untuk latihan bersama. Menurutnya, ia dan rekan-rekannya tak menolak ajakan itu. Hanya saja mereka ingin jajaran pengurus klub punya permintaan dan merekomendasikan kapan latihan dimulai.
Sebab, jika permintaan itu ada artinya pengurus sudah berpikir untuk mengucurkan kontrak yang selalu ditunda-tunda pemberiannya. "Benar, kita sepakat dengan usulan bang Edy. Tetapi kita butuh juga rekomendasi dari ketua umum atau pengurus lainnya, sebagai bukti kalau mereka memang peduli sama tim ini. Ternyata, ketua umum bilang kita latihannya usai KLB saja. Kita sepakat dan berharap ada kejelasan setelah kongres," katanya saat dihubungi lewat telepon selularnya kemarin malam.
Donny Siregar menuturkan pihaknya tak bermaksud mengalamatkan kesalahan tunggal pada manajemen dan pengurus. Boikot latihan juga sebagai bentuk kekecewaan paling sahih yang ditujukan pada PSSI berikut operator kompetisi, PT LPIS. Sebab, hingga saat ini belum juga ada digelar manager's meeting.
"Kita sudah berlatih lebih dari empat bulan. Wajar kalau kami, pemain yang hanya mencari uang makan dari bermain bola berharap kontrak kami diberikan. Tapi gimana mau dikasih sementara manager's meeting belum ada. Kami pahami itu. Jadi, kalau pun kami latihan bersama, ini sebagai wujud kami respek terhadap PSMS," ucap pemain kelahiran Balige, Sumatera Utara ini.
Sebelumnya pemain memutuskan untuk tidak berlatih pada pekan lalu. Mereka baru bersedia latihan jika sudah ada titik terang soal kontrak. Selama ini pengurus hanya bisa memberikan uang transport dengan kisaran 2-3 juta.
Pemain juga hanya menerima uang panjar dengan besaran rata-rata 10 persen dengan kwitansi yang jelas tidak memikat. Beberapa pemain memutuskan mundur atau hengkang seperti Markus Haris Maulana, Ahmad Junaedi dan Anton Irawan.
(tribunmedan)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar: