Inilah Kelemahan Mendasar PSMS LI Jelang Laga Kandang Terakhir

PFCBILAL-Menceploskan lima gol ke gawang lawan dan kebobolan lima gol di duel kandang bukanlah capaian positif. Namun, statistik itu menjadi milik PSMS Medan LI di tiga lakon laga liga saat pertandingan dihelat di Stadion Baharoeddin Lubukpakam, Deliserdang. Alarm bahaya pun berdering kencang jelang bentrok dengan tim promosi yang punya debut ciamik, Persisko Tanjung Jabung Barat, Kamis (14/3/2013) mendatang. Pelatih Kepala, Suimin Diharja menyasar dua pokok pematangan taktik di duel penutup paruh musim tersebut. Guna memperlebar margin agregat atau selisih gol, maka Alberto Sosa Morel dan kawan-kawan wajib meningkatkan hulu ledak barisan depan. Namun di sisi lain, memperkuat barikade pertahanan guna menghempang lajur serangan lawan. Dua kali sesi latihan dilakoni yakni pagi dan sore. Usai memberikan briefing atas evaluasi hasil imbang dari Persih Tembilahan, tim menyimulasikan perbaikan teknis. Sedangkan kemarin sore, dua target dipancang yakni kombinasi latihan taktik dan adaptasi cuaca panas. "Keduanya harus dikombinasikan di sisa masa persiapan. Selain taktik, yang terpenting juga adalah kemampuan pemain mengatasi suhu udara panas di Deliserdang. Pola latihan ini sebelumnya sudah dilakukan, tinggal pembiasaan saja. Bincang-bincang dengan pemain terungkap, bahwa cuaca panas jadi kendala serius," kata pria yang menjuluki dirinya Pelatih Kampung ini saat berbincang dengan Tribun di beranda Mes Kebun Bunga, Jalan Candi Borobudur, Medan, Senin (11/3/2013). Simulasi dalam bentuk small gome juga diwantahkan. Hasilnya? "Kalau teknik membangun serangan sudah oke, mantap lah. Tinggal memoles penyelesaian akhir saja. Yang paling bermasalah itu adalah kemampuan pemain dalam membangun compact defense atau bertahan secara tim. Masih lemah," keluh Suimin. Menilik duel kontra Persih, Suimin cukup berani menurunkan skema 3-4-3. Gelombang serangan memang terlihat agresif. Sayang, keunggulan itu berbanding terbalik di masa peralihan dari menyerang ke bertahan. Tiga pemain di garis pertahanan tampak kelabakan memapas serangan balik lawan. "Saya pikir tidak begitu juga ya. Tidak ada yang keliru dalam perubahan formasi ini. Hanya saja tim sedikit kehilangan konsentrasi, ini tidak terlepas dari pengaruh panasnya udara juga. Memang saya akui, sebiji gol penyeimbang dari Persih lebih diakibatkan kesalahan tim bukan kekuatan lawan. Tapi ini akan kita perbaiki," kilahnya. Christian Alejandro dan kawan-kawan punya raihan positif dalam partai lawatan. Tim sekuat Persih Tembilahan saja dilumpuhkan di kandangnya sendiri. Bila tak awas, maka PSMS Medan harus bersiap dipermalukan kembali oleh tim promosi. (tribunmedan)

0 komentar: