Inilah Keluh Kesah Edgar Enrique Selama Memperkuat PSMS Medan

PFCBILAL-Edgar Enrique Rolon Dacak memilih tinggal di Mes Kebun Bunga, home base PSMS Medan. Ia tak mengikuti langkah duo kompatriotnya, Moises Dario Maldonando dan Alberto Sosa Morel yang akan terbang ke Jakarta menyusul masa rehat kompetisi Divisi Utama PT Liga Indonesia (LI). Gelandang berkebangsaan Paraguay ini ingin meminta kejelasan gajinya yang mentok. Saat ditemui Tribun, Edgar sedang duduk santai dengan bertelanjang dada di beranda lantai dua kamarnya kemarin sore. Namun, hatinya tak sesantai suasana tersebut. Ia mengaku bingung karena gajinya belum berbayar satu rupiahpun sementara duel paruh musim sudah berakhir. "Sama sekali belum ada apa-apa yang aku terima. Padahal sudah satu setengah bulan di sini. Moises dan Beto berangkat ke Jakarta, tapi aku di sini mau minta kejelasan dulu dari Mr Indra Sakti (ketum, red). Aku mau telepon dia nanti malam, memang dia janji akan jumpai aku nanti. Mudah-mudahan gaji jelas, sebulan saja dulu misalnya," kata Edgar yang lancar berkomunikasi dalam bahasa Indonesia ini, Jumat (14/3/2013). Eks pemain PSM Makassar ini menuturkan di sisi lain bisa memaklumi seretnya pemberian hak dasar tersebut. Sebab situasi sepakbola di Indonesia tidak begitu nyaman musim ini. Begitupun, ia tak menjamin tetap bersama Ayam Kinantan di putaran kedua bila gaji tak juga diberikan sampai batas berakhirnya Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI. "Aku tunggu di sini saja dulu sampai Kongres 17 Maret selesai. Mau lihat bagaimana kejelasannya. Aku tak bisa pastikan bermain di sini sampai putaran kedua nanti. Agenku Oum Luc Junior juga bingung dengan situasi ini. Kalau kamu jadi aku, apa kamu bisa tenang-tenang saja hidup tanpa dikasih gaji?. Kamu beli makan pakai apa, beli ini itu pakai apa?. Kamu bisa jawab itu sendiri. Sulit sekali bukan?!," ujar Ayah tiga anak ini sembari melempar senyum. Ya, sehari pascaduel kontra Persisko Tanjabbar yang berakhir imbang 0-0, dapur katering tak beraktivitas. Edgar terpaksa harus membeli makanan dari luar Mes. Peliknya, ia harus merogoh kocek pribadi demi memenuhi sejengkal perutnya. "Sampai saat ini semua pakai uang pribadi kecuali biaya transport waktu saya pulang kemari. Tapi Bos (Indra Sakti, red) janji akan ganti itu uang. Aku sudah beli makan tadi. Malam juga keluar beli makan karena ibu-ibu (katering, red) tidak ada masak, tutup. Kamu lihat tak ada apa-apa di sini," sebut penyetor sebiji gol ini sembari mengerutkan dahi dan mengangkat kedua bahunya. Edgar mengungkapkan persoalan ketiadaan gaji punya pengaruh di lapangan. Satu faktor yang berakibat rentetan hasil tak memuaskan di putaran pertama. "Pasti ada pengaruhnya persoalan begitu dengan main di lapangan. Itu bukan hanya di sini, di Medan. Semua klub sepakbola di dunia ini seperti itu, friend," katanya, kali ini dengan tawa yang keras. Di tengah kegalauan tersebut, Edgar berujar sangat berkesan dengan debutnya di PSMS. "Suporter sangat bagus, pemain-pemain lokal dan orang-orang di sini ramah. Cuaca menyenangkan, begitu juga kota ini. Semua buat senang, kecuali gaji itu," ucapnya. Seperti diketahui, sejak kompetisi resmi digulirkan tak sekalipun skuat besutan Suimin Diharja memeroleh haknya. Pemain tak diberi gaji selama dua bulan enam hari. (tribunmedan)

0 komentar: