PSMS Medan LI Takut Sama Dua Tim Promosi

PFCBILAL-Trauma belum lepas dari PSMS Medan versi PT Liga Indonesia jelang tarung terakhir di divisi utama putaran pertama. Persisko Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) menjadi rival penutup paruh musim adalah lawan yang tak boleh dipandang sebelah mata. Berlabel klub promosi, skuad asuhan Yusran menjalani debut manis. Membekuk tim kuat asal Aceh, PSAP Sigli dengan skor 1-0. Lebih mencengangkan lagi, Laskar Paduka mampu mempecundangi Persih Tembilahan 2-1 pada partai tandang. Enam poin diraup dan sukses memuncaki klasemen sementara grup I. Pelatih kepala PSMS Medan, Suimin Diharja tak menyembunyikan kekuatirannya. Secara gamblang, ia mengakui Laskar Paduka akan jadi lawan tarung yang kompetitif. Karena itu pula tali tekad dan motivasi dikencangkan guna mendapuk poin penuh di Stadion Baharoeddin Lubukpakam, Deliserdang, Kamis (14/3/2003) mendatang. Pria berjuluk Pelatih Kampung ini menuturkan tak akan mengulangi kesalahan serupa kala menjamu PS Bangka beberapa waktu lalu. Tim promosi ini menghantam Ayam Kinantan empat gol tanpa balas. Peliknya, skor tragis itu dituai Afan Lubis dan kawan-kawan di rumah sendiri. "Sungguh, saya tak menyangka sedikitpun dua tim promosi ini tampil sangat bagus. Mereka menjadi duri bagi klub-klub lainnya di grup I, termasuk PSMS Medan. Sebenarnya bukan karena kami sepele, tapi memang PS Bangka dan Persisko ini punya tim yang solid," kata Suimin saat berbincang dengan Tribun. Suimin mengurai analisisnya. Menurutnya PS Bangka dan Persisko Tanjabbar dihuni mayoritas pemain lama. Perubahan minimalis dari sisi komposisi skuat ini memunculkan chemistry yang kuat antar sesama pemain. "Dua tim ini seperti kita tahu, tak melakukan perubahan radikal. Kebanyakan pemain musim lalu tetap dipertahankan, yang buruk kontribusinya dibuang, itupun segelintir saja. Jadi team work mereka terbangun dengan baik dan kuat," jelasnya. "Tentu fakta ini tak kami abaikan begitu saja. Ada strategi khusus yang sudah saya programkan untuk mengatasinya. Kami tak mau lagi kejadian buruk saat menghadapi PS Bangka, terulang saat menjamu Persisko. Untuk naik peringkat di klasemen paruh musim, tiga poin jadi harga mati," ujarnya. (tribunmedan)

0 komentar: