PFCBILAL-Skuat PSMS Medan Divisi Utama PT Liga bakal hanya punya dua opsi penjaga gawang lawan Persisko, Kamis (14/3/2013) mendatang di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam, Deliserdang. Keduanya adalah Zulham Sahputra Nasution dan Irwin Ramadhana. Namun kans Zulham jauh lebih besar.
Hal ini ditengarai absennya Herman Batak dalam dua hari beruntun tanpa alasan. Herman Batak juga sudah tidak masuk dalam susunan pemain di dua laga PSMS terakhir. Alhasil Zulham dipancang di bawah mistar pada laga away melawan PSAP dan laga kandang menjamu Persih Tembilan, akhir pekan lalu. Kali terakhir, Herman Batak memperkuat PSMS di dua laga lawan PS Bengkulu dan PS Bangka.
Pelatih Kiper PSMS, Mardianto membenarkan perihal ketidakhadiran tanpa sebab Herman Batak dalam skuatnya. Namun, Mardianto mengaku tidak bisa memaksakan pemainnya tersebut dalam kondisi tim yang serba sulit, khususnya finansial.
"Pada awalnya dia sempat permisi enggak ikut latihan. Tapi belakangan enggak ada alasan dan kabar ke saya. Secara status, ya dia masih bersama PSMS. Tapi saya enggak bisa ambil keputusan soal dia di tengah kondisi tim seperti ini. Kecuali semua beres, tentu saya bisa memaksa pemain saya untuk mengikuti semuanya," ujarnya sebelum latihan digelar di Stadion Kebun Bunga, Selasa (12/3/2013).
Namun, mantan pelatih kiper tim PON Sumut di Riau 2012 ini sudah mengungkapkan ke Herman Batak dalam suatu kesempatan di awal-awal kiper berkepala plontos itu absen. Bahwa inilah kondisi tim yang harus diterima. "Sekarang ini ya ayo kita buat untuk PSMS, untuk cari nama dan citranya. Tapi, sekali lagi saya enggak bisa memaksa dengan kondisi ini," timpalnya.
Alhasil, Mardianto harus menerima hanya punya dua kiper tersisa. "Iya tinggal Zulham dan Irwin yang jadi opsi untuk lawan Persisko. Siapa yang siap mental yang diturunkan. Saya juga enggak bisa terus berharap dan memaksa Herman Batak untuk latihan, ya inilah yang ada kiper kita. Karena, kalau dipaksa sementara hatinya enggak di tim ya yang ada merugikan tim dan latihan sia-sia. Bagusnya ya Zulham dan Irwin yang dimaksimalkan," tuturnya.
Mardianto sangat paham, posisi kiper menjadi sorotan dengan kebobolan delapan gol dalam empat laga. Catatan ini juga sebagai tim terbanyak kemasukan gol.
"Ya, ini tanggung jawab saya sebagai pelatih kiper. Tapi saya kan enggak bisa porsir pemain saya sementara mereka enggak dapatkan yang harusnya mereka terima untuk kebaikan stamina, misalnya vitamin dan asupan gizi," bebernya.
"Saya siap jika dipercaya kembali oleh pelatih. Koordinasi dengan pemain bawah juga semakin bagus. Semoga bisa nggak kebobolan lagi," kata Zulham Syahputra.
(tribunmedan)
PFCBILAL-Skuat PSMS Medan Divisi Utama PT Liga bakal hanya punya dua opsi penjaga gawang lawan Persisko, Kamis (14/3/2013) mendatang di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam, Deliserdang. Keduanya adalah Zulham Sahputra Nasution dan Irwin Ramadhana. Namun kans Zulham jauh lebih besar.
Hal ini ditengarai absennya Herman Batak dalam dua hari beruntun tanpa alasan. Herman Batak juga sudah tidak masuk dalam susunan pemain di dua laga PSMS terakhir. Alhasil Zulham dipancang di bawah mistar pada laga away melawan PSAP dan laga kandang menjamu Persih Tembilan, akhir pekan lalu. Kali terakhir, Herman Batak memperkuat PSMS di dua laga lawan PS Bengkulu dan PS Bangka.
Pelatih Kiper PSMS, Mardianto membenarkan perihal ketidakhadiran tanpa sebab Herman Batak dalam skuatnya. Namun, Mardianto mengaku tidak bisa memaksakan pemainnya tersebut dalam kondisi tim yang serba sulit, khususnya finansial.
"Pada awalnya dia sempat permisi enggak ikut latihan. Tapi belakangan enggak ada alasan dan kabar ke saya. Secara status, ya dia masih bersama PSMS. Tapi saya enggak bisa ambil keputusan soal dia di tengah kondisi tim seperti ini. Kecuali semua beres, tentu saya bisa memaksa pemain saya untuk mengikuti semuanya," ujarnya sebelum latihan digelar di Stadion Kebun Bunga, Selasa (12/3/2013).
Namun, mantan pelatih kiper tim PON Sumut di Riau 2012 ini sudah mengungkapkan ke Herman Batak dalam suatu kesempatan di awal-awal kiper berkepala plontos itu absen. Bahwa inilah kondisi tim yang harus diterima. "Sekarang ini ya ayo kita buat untuk PSMS, untuk cari nama dan citranya. Tapi, sekali lagi saya enggak bisa memaksa dengan kondisi ini," timpalnya.
Alhasil, Mardianto harus menerima hanya punya dua kiper tersisa. "Iya tinggal Zulham dan Irwin yang jadi opsi untuk lawan Persisko. Siapa yang siap mental yang diturunkan. Saya juga enggak bisa terus berharap dan memaksa Herman Batak untuk latihan, ya inilah yang ada kiper kita. Karena, kalau dipaksa sementara hatinya enggak di tim ya yang ada merugikan tim dan latihan sia-sia. Bagusnya ya Zulham dan Irwin yang dimaksimalkan," tuturnya.
Mardianto sangat paham, posisi kiper menjadi sorotan dengan kebobolan delapan gol dalam empat laga. Catatan ini juga sebagai tim terbanyak kemasukan gol.
"Ya, ini tanggung jawab saya sebagai pelatih kiper. Tapi saya kan enggak bisa porsir pemain saya sementara mereka enggak dapatkan yang harusnya mereka terima untuk kebaikan stamina, misalnya vitamin dan asupan gizi," bebernya.
"Saya siap jika dipercaya kembali oleh pelatih. Koordinasi dengan pemain bawah juga semakin bagus. Semoga bisa nggak kebobolan lagi," kata Zulham Syahputra.
(tribunmedan)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar: