Sampai Neraka pun Indra Sakti akan kami kejar dan tuntut

PFCBILAL-Perjuangan menuntut gaji selama 7 bulan oleh pemain PSMS Medan pun mulai. Setelah menuntaskan kewajibannya sebagai pemain dalam laga terakhir (9/6) di Sungailiat Bangka, punggawa Ayam Kinantan meminta pembayaran. Selasa (11/6) siang kemarin, sebelas punggawa Ayam Kinantan menemui petinggi PT. Liga Indonesia, Menpora dan PSSI. Mereka menuntut penjelasan dan pembayaran gaji mereka selama 7 bulan. Disana mereka bertemu Tigor Shalomboboy, sekjen PSSI dan Johny Tukan sebagai alih status pemain. "Mereka bilang akan membantu sebagai mediasi dan memproses masalah ini. Dalam waktu dekat, mereka juga akan memanggil Indra Sakti Harahap. Tapi belum tau kapan," ujar Zulham Syahputra kiper PSMS Medan. Setelah dari PT. Liga Indonesia, rombongan pemain PSMS pun menuju kantor PSSI. "Sorenya bertemu dengan Hinca Panjaitan di PSSI dan beliau sempat berdialog hingga akhirnya meminta nomor telepon kami. Itu saja," tambah Irwin Ramadana kiper PSMS. Sebelumnya Irwin Ramadan, Trihardiansyah, Ardhana, Doddy, Alamsyah Nasution, Zulham Syaputra, Susanto, M Irfan, Aidun Sastra Utami, Hardiantono dan Wiganda memilih nekad menuju Jakarta. Demi memperjuangkan haknya, ke-11 pemain ini berani melepaskan diri dari rombongan tim yang akan kembali menuju Medan, Senin (10/6) malam. Tiba di Bandara Soekarno Hatta, mereka langsung menuju Halte Bus. Kebutuhan ekonomi keluarga menjadi alasan utama. Tujuh bulan gali lubang tutup lubang,membuat mereka cukup terbebani. "Kami sudah sulit kembali ke rumah. Anak istri sudah meminta uang untuk bayar uang sekolah, makan, listrik, sewa rumah. Ketum PSMS bisanya bohong dengan janji-janjinya. Kami sudah menjalankan kewajiban sebagai pemain. Sekarang kami tinggal menuntut hak," sambung Irwin Ramadana. Indra Sakti Harahap sendiri sudah hampir 4 bulan tak pernah datang ke Mes Kebun Bunga. Bahkan nomor handphone yang sbelumnya sering digunakan, tak bisa dihubungi. Akibatnya, tim pun memang terlantarkan. "Ini hak kami, ini uang kami yang harus kami perjuangkan. Sampai di nerakapun, Indra Sakti Harahap kami kejar," pungkas Irwin. (bolahita)

0 komentar: