PFCBILAL-Habis sudah kesabaran pemain PSMS Medan. Selain nekad mendatangi kantor PSSI dan PT. Liga Indonesia, mereka juga membeberkan soal adanya usaha pengaturan kekalahan saat tandang di Persih Tembilahan (11/5) dan Persisko Tanjabar (16/5) lalu.
Trihardiansyah, Ardhana, Doddy, Alamsyah Nasution, Zulham Syaputra, Susanto, M Irfan, Aidun Sastra Utami dan Hardiantono mengatakan jika PSMS kalah maka gaji akan dibayarkan. Sebaliknya, jika menang maka tidak akan ada gajian.
"Kami sudah tak tahan lagi dengan situasi ini. Gaji yang tak keluar hingga disuruh kalah saat bermain di Tembilahan dan Kuala Tungkal Jambi," bilang semua pemain.
Siapa yang mengintruksikan menyerah untuk kalah, pemain menyebut sosok Heru Prawono. CEO yang diangkat oleh ketua umum Indra Sakti Harahap di putaran kedua.
"Kalau kalah maka ada gajian, kalau menang tak ada gajian. Itu yang disampaikan pada kami saat meeting sebelum pertandingan melawan Persisko," ingat pemain.
"Kami sendiri heran melihat ada pria cina di ruang makan hotel Kuala Tungkal. Sempat terlihat beberapa saat berbicara dengan CEO," tambah pemain.
Namun usaha CEO menjual pertandingan ditolak mentah-mentah oleh manajemen, pelatih dan pemain saat itu. Apalagi saat itu, tim tengah bersemangat meraih kemenangan menuju babak 12 besar.
"Yang kami tau, manajemen dan pelatih marah besar saat itu. Hingga mereka pun menyampaikan ke kami pemain supaya tetap loyal dan setia kepada PSMS. Kami pun memang tak mau berhianat ke PSMS. Malah menjadi kian semangat hingga sukses memenangkan dua laga away tersebut," tegas pemain.
Dipaksa untuk kalah ini sebenarnya sudah diketahui pelatih Suharto AD. Makanya dirinya tak berangkat saat tim tandang ke Persih Tembilahan.
"Saya sudah dipertemukan dengan orang yang meminta kita kalah sama CEO sebelum keberangkatan away ke Tembilahan dan Kuala Tungkal lalu. Tapi Saya jelas-jelas tidak mau, Saya tegas menolak. Haram menjual pertandingan, apalagi menyerah kalah. Saya prajurit dan harus berjuang dengan segala kondisi. Dipaksa kalah pun sama CEO agar gajian, saya tidak mau," ujar Suharto.
Sekretaris tim, Fityan Hamdy juga membenarkan adanya permintaan CEO, Heru Prawono untuk kalah. "Saya dengar langsung di ruang makan. CEO yang diangkat ketum Indra Sakti Harahap di awal putaran kedua datang bersama cukong dan meminta tim ini kalah. Kami manajemen marah dan menjawab PSMS tak ada pernah mau menyerah kalah. Tak lama, Saya meninggalkan mereka (CEO dan cukong, Red) di ruang makan hotel," bebernya.(bolahita)
PFCBILAL-Habis sudah kesabaran pemain PSMS Medan. Selain nekad mendatangi kantor PSSI dan PT. Liga Indonesia, mereka juga membeberkan soal adanya usaha pengaturan kekalahan saat tandang di Persih Tembilahan (11/5) dan Persisko Tanjabar (16/5) lalu.
Trihardiansyah, Ardhana, Doddy, Alamsyah Nasution, Zulham Syaputra, Susanto, M Irfan, Aidun Sastra Utami dan Hardiantono mengatakan jika PSMS kalah maka gaji akan dibayarkan. Sebaliknya, jika menang maka tidak akan ada gajian.
"Kami sudah tak tahan lagi dengan situasi ini. Gaji yang tak keluar hingga disuruh kalah saat bermain di Tembilahan dan Kuala Tungkal Jambi," bilang semua pemain.
Siapa yang mengintruksikan menyerah untuk kalah, pemain menyebut sosok Heru Prawono. CEO yang diangkat oleh ketua umum Indra Sakti Harahap di putaran kedua.
"Kalau kalah maka ada gajian, kalau menang tak ada gajian. Itu yang disampaikan pada kami saat meeting sebelum pertandingan melawan Persisko," ingat pemain.
"Kami sendiri heran melihat ada pria cina di ruang makan hotel Kuala Tungkal. Sempat terlihat beberapa saat berbicara dengan CEO," tambah pemain.
Namun usaha CEO menjual pertandingan ditolak mentah-mentah oleh manajemen, pelatih dan pemain saat itu. Apalagi saat itu, tim tengah bersemangat meraih kemenangan menuju babak 12 besar.
"Yang kami tau, manajemen dan pelatih marah besar saat itu. Hingga mereka pun menyampaikan ke kami pemain supaya tetap loyal dan setia kepada PSMS. Kami pun memang tak mau berhianat ke PSMS. Malah menjadi kian semangat hingga sukses memenangkan dua laga away tersebut," tegas pemain.
Dipaksa untuk kalah ini sebenarnya sudah diketahui pelatih Suharto AD. Makanya dirinya tak berangkat saat tim tandang ke Persih Tembilahan.
"Saya sudah dipertemukan dengan orang yang meminta kita kalah sama CEO sebelum keberangkatan away ke Tembilahan dan Kuala Tungkal lalu. Tapi Saya jelas-jelas tidak mau, Saya tegas menolak. Haram menjual pertandingan, apalagi menyerah kalah. Saya prajurit dan harus berjuang dengan segala kondisi. Dipaksa kalah pun sama CEO agar gajian, saya tidak mau," ujar Suharto.
Sekretaris tim, Fityan Hamdy juga membenarkan adanya permintaan CEO, Heru Prawono untuk kalah. "Saya dengar langsung di ruang makan. CEO yang diangkat ketum Indra Sakti Harahap di awal putaran kedua datang bersama cukong dan meminta tim ini kalah. Kami manajemen marah dan menjawab PSMS tak ada pernah mau menyerah kalah. Tak lama, Saya meninggalkan mereka (CEO dan cukong, Red) di ruang makan hotel," bebernya.(bolahita)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar: