Mantan Pengurus PSMS LPIS Dan Ketua Pengcab PSSI Medan Telah Tiada





PFCBILAL- Ketua Pengcab PSSI Medan, Yohana Pardede, meninggal dunia di RS Herna Medan, Senin, akibat serangan jantung dan penyakit lainnya. Menurut mantan manajer tim PSMS Medan, Drs Benny Tomasoa, yang ditemui saat takziah

di rumah duka, meninggalnya putri sulung mantan Gubsu Rudolf Pardede itu mengejutkan persepakbolaan Sumatera Utara.

Mendiang yang juga Ketua DPC Gerindra Medan meninggal karena serangan jantung dan beberapa penyakit lainnya, seperti stroke. Pihak keluarga telah berusaha mengatasi sakit yang diderita Yohana dengan membawanya ke rumah sakit.

Terakhir, Yohana opname di RS Herna Medan hingga mengembuskan nafas terakhirnya.

“Pihak keluarga telah berupaya menyelamatkannya, tapi Tuhan berkehendak lain. Akhirnya mantan manajer tim PSMS IPL itu meninggalkan kita,” tambah Benny, mantan pengurus gawang Ayam Kinantan ini di rumah duka, Jl Panglima Nyak Makam Medan.

Terlihat hadir di rumah duka di antaranya Ketua Umum PSMS LPIS Benny Sihotang bersama unsur pengurus lainnya, seperti Julius Raja SE, H Iswanda Nanda Ramli, kalangan pengurus sepakbola lainnya maupun mantan pemain PSMS, Pardedetex, dan Harimau Tapanuli. Turut hadir kalangan politikus, pejabat serta militer.

Terpisah, Julius Raja mengaku kabar meninggalnya Yohana sangat mengejutkannya. Padahal, wakil Yohana saat menjadi manajer tim PSMS IPL itu dalam kondisi sehat-sehat saja.

“Ya, kita kehilangan seorang sosok yang gila dan peduli bola. Walau seorang wanita, hobinya di sepakbola yang turun dari opung dan ayahandanya tidak menghalanginya untuk menggeluti cabang olahraga terpopuler di Indonesia ini,” ungkap Raja.

Menurut rencana, jenazah akan dimakamkan di Kompleks Pardede, Jl Binjai Medan, Rabu nanti.

sumber : waspada.co.id
read more

Benny Tomasoa dukung Amiruddin & Hendriyadi







PFCBILAL-Mantan Manajer Tim PSMS Medan, Drs Benny Tomasoa, menyambut baik duet Ketua DPRD Medan Drs H Amiruddin dan Dandim 0201/BS Medan Letkol Inf Hendriyadi memimpin PSMS.
Dihubungi Senin di Medan, Benny menilai kedua sosok tersebut mampu membawa Ayam Kinantan menjadi lebih baik dan bersatu. Terkait Amiruddin atau Hendriyadi sebagai ketua, Benny menyerahkan kepada kedua nama tersebut.

“Tapi yang jelas pasangan kedua pejabat di Medan itu sangat tepat memimpin klub kebanggaan masyarakat Medan ini, apalagi keduanya belakangan terlihat begitu antusias memberi perhatiannya terhadap sepakbola, khususnya PSMS,” kata Benny.

“Sudah buka rahasia umum lagi saat ini dualism PSMS membuat sepakbola di Medan benar-benar berantakan. Tidak saja prestasi anjlok, tetapi masalah gaji pemain saja tidak teratasi plus kalangan pengurusnya pun cekcok terus,” lanjutnya.

Menurut Benny, PSMS akan maju dan terorganisir kalau ada dua pemimpin dan mempunyai power hingga bisa memperbaiki atau menyatukan PSMS. Karena itu, kedua sosok tadi tergolong tepat dan layak dipilih untuk memperbaiki PSMS.

“Kalau masih orang-orang biasa (lama) yang memimpin, jangan bermimpi hadirnya perbaikan di tubuh PSMS,” ketus Benny lagi.

Menanggapi hal ini, beberapa tokoh sepakbola Medan sependapat dengan Benny yang juga mantan penjaga gawang PSMS itu. Pemrakarsa Penyatuan PSMS, Julius Raja SE, mengaku siapapun yang bersedia menjadi Ketua Umum PSMS dan siap berkorban materi maupun tenaga, akan didukung.

Raja menambahkan beberapa kriteria Ketua Umum PSMS harus mempunyai integritas/komitmen kuat membangun PSMS, punya hubungan sinergi/komunikasi dengan pemerintah dan swasta, mampu menjaring sponsor, punya kemampuan finansial dalam pengelolaan organisasi, dan berpengalaman dalam organisasi olahraga, khususnya sepakbola.

“Kalau Amiruddin maupun Hendriyadi memiliki kelima kriteria itu, kenapa tidak kita sokong?!” tambah Raja juga menyebutkan Drs H Hasrul Azwar MM (DPR RI), Drs H Randiman Tarigan MAP, dan Benny Harahap SH meramaikan bursa balon Ketum PSMS.  

sumber: waspada.co.id
read more

Pemain Senior Turut Bahagia, Timnas U-19 Juara AFF





PFCBILAL- Keberhasilan Timnas Indonesia U-19 merebut gelar juara AFF Cup U-19 di Sidoarjo, Jawa Timur, ikut dinikmati pemain senior. Bambang Pamungkas, Firman Utina dan Hamka Hamzah ramai-ramai memberi ucapan selamat kepada Garuda Jaya -julukan Timnas Indonesia U-19.

Bepe, sapaan akrab, Bambang Pamungkas, menyambut kemenangan Garuda Jaya dengan menuliskan ucapan selama di Twitter. "IN-DO-NE-SIA..!!! IN-DO-NE-SIA..!!! IN-DO-NE-SIA..!!! #JuaraAFFCupU19." tulis Bepe.

Sementara Firman Utina, mantan gelandang serang Timnas Indonesia mengganggap, keberhasilan Timnas Indonesia merebut gelar juara adalah tanda persepakbolaan Indonesia mulai melakukan perubahan.

"Trimakasih ya Allah engkau telah kabulkan doa seluruh masyarakat indonesia.indonesia juara.indonesia juara.perubahan mulai terlihat," kata Firman melalui akun twitter @Firman_15_Utina

sumber : seputartimnas.com

read more

Roy Suryo: Bonus untuk Timnas U-19 Bisa Berupa Bea Siswa




PFCBILAL- Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menjanjikan bonus kepada Timnas Indonesia U-19. Namun Menpora Roy Suryo tidak bersedia menyebut berapa nominal yang akan diberikan kepada skuat yang baru saja merebut AFF Cup U-19 tersebut.

"Tidak bisa kami sebutkan berapa nominalnya. Kami akan berikan lewat satu pintu," kata Roy Suryo di Kantor Kemenpora, Senin (22/9).

Roy juga menyebutkan, bonus tersebut bisa saja berupa beasiswa, disesuaikan dengan umur skuat timnas U-19. "Sudah kami fikirkan, sangat memungkinkan diberikan dalam bentuk beasiswa," ujarnya.

Hanya saja, prestasi Timnas U-19 yang memecah puasa gelar selama 22 tahun, tidak akan diberikan penghargaan pada saat Hari Olahraga Nasional (Haornas). Roy beralasan penerima penghargaan Haornas sudah terlanjur terdata.

Roy Suryo mengaku sangat mengapresiasi kemenangan Timnas U-19. Politisi asal Partai Demokrat itu berjanji untuk mendatangi tempat latihan U-19 di Jawa Timur.

"Saya tidak panggil mereka ke Jakarta karena takut mengganggu jadwal latihan. Jadi lebih baik saya yang ke tempat latihan," kata Roy.

sumber : seputartimnas.com
read more

Seorang Pengusaha Mencalonkan Ketum PSMS Juga





bundarsatu- Posisi Ketua Umum PSMS ternyata masih begitu "seksi" di mata masyarakat. Setelah sebelumnya kandidat yang diprediksikan muncul berasal dari latar belakang politikus, kini dikabarkan kalangan pengusaha pun ikut meramaikan perebutan kursi ketum tim berjuluka Ayam Kinantan tersebut.

Ketua Tim Penjaringan Ketua Umum PSMS Azam Nasution mengatakan bahwa hari ini dia berada di Jakarta untuk menemui pengusaha yang di maksud. " Ia asli Medan tapi punya bisnis di Jakarta. Ini saya lagi menjelaskan perkembangan PSMS langsung kepada yang bersangkutan. Dia menjadi pengusaha di bidang properti," ujarnya saat dikonformasi dari Medan, Minggu (22/9).

Namun Azam menolak untuk meyebutkan nama pengusaha yang dimaksud. Tapi dia berharap pengusaha tersebut ikut ke dalam bursa pencalonan Ketum PSMS. "Kalau saya pribadi maunya banyak yang mencalonkan diri. Asalkan sesuai dengan kriteria dan syarat yang telah ditetapkan. Semakin banyak kandidatnya maka semakin banyak pula pilihan kita untuk memilih ketua umum yang terbaik," jelasnya.

Namun Azam mengatakan hingga saat ini belum ada calon yang secara resmi telah mendaftar. Pendaftaran sendiri telah dibuka mulai (17/9) lalu hingga (27/9) mendatang. "Memang kalau yang mendaftarkan diri secara sah belum ada. Tapi beberapa calon sudah memberikan kesediannya secara lisan. Sepertia biasa bursa pencalonan itu mulai terlihat di akhir-akhir pendaftaran. Jadi kita tunggu saja beberapa hari ke depan," bebernya.

sumber : tribunnews.com
read more

Siapa bertanggung jawab bayar gaji pasca PSMS bersatu





PFCBILAL- Pengurus PSMS LPIS begitu antusias untuk menyatu dengan PSMS PT Liga Indonesia. Namun, kesibukan untuk menyatukan duo PSMS itu melupakan nasib pelatih dan pemain yang belum terbayar gajinya.

Lantas, siapa yang bertanggung jawab soal pembayaran gaji pemain pasca PSMS bersatu? Apa pengurus baru mau menjalankan tanggung jawab tersebut?

Wakil Ketua II PSMS LPIS, Julius Raja mengisyaratkan, kepengurusan baru tidak bertanggung jawab dengan kondisi yang dialami PSMS saat ini.  Menurut dia, tidak hanya PSMS, banyak klub-klub lain yang tidak bisa melunasi gaji pemain-pemainnya. Ia pun menunjuk PSSI sebagai sumber permasalahan dengan meniadakan sistem bank garansi.

"Ya, benar ada lima syarat klub profesional. Tapi mari lihat faktanya. Apa cuma PSMS yang terkendala masalah finansial, dan tidak mampu bayar gaji pemain?. Ada banyak klub-klub yang punya masalah serupa. Jadi, nggak ada jalannya PSMS degradasi, enggak ada itu," katanya

Menurutnya, penunggakan gaji pemain tidak sepenuhnya masalah klub. "PSSI juga punya kesalahan besar dengan meniadakan sistem bank garansi yang membantu klub-klub. Jadi jangan klub-klub saja yang kesannya bersalah. Soal kelayakan? PSMS Medan punya infrastruktur yang lebih baik. Coba bandingkan Stadion Teladan dengan Wamena, jauh lebih bagus di Teladan. Saya sudah lihat langsung. Jadi jangan dulu berandai-andai, nggak mungkin PSMS ini degradasi," pungkasnya

sumber : sindonews.com
read more