TRIBUN-MEDAN.com MEDAN - Pascapertemuan dengan Ketua Umum PSMS Medan versi Rapat Umum Luar Biasa (RULB) Hotel Candi, Indra Sakti Harahap, santer dikabarkan pengurus harian meminta jatah kursi di kepengurusan musim depan. Sebagaimana diketahui perwakilan pengurus harian, Benny Tomasoa bertemu Indra pada gelaran manager's meetings PT Liga Indonesia, di Hotel Park Lane, Jakarta, Jumat (28/9/2012) lalu. Dua pihak sepakat menempuh tahap awal menuju rekonsiliasi lewat pertemuan tertutup, Selasa (2/10/2012) mendatang.
Sumber Tribun menyebutkan RULB versi pengurus harian sekadar jalan memuluskan ambisi terselubung itu. "Skenarionya, tetap meminta Indra Sakti menjalani RULB. Indra dipastikan terpilih sebagai ketum, tetapi harus memasukkan Idris, Benny dan Nanda di kepengurusannya. Bakal calon ketum lainnya, sudah dipersiapkan jika Indra tak mau. Tawaran ini yang bakal dibahas di pertemuan mereka itu," katanya.
Bento, sapaan akrab Benny Tomasoa membantah keras rumor tersebut. Mantan Manajer Tim PSMS Medan ISL ini menegaskan tidak mengajukan tawaran duduk di kepengurusan. Di sisi lain, RULB tetap bergulir dengan atau tanpa Indra Sakti.
"Enggak, enggak ada itu. Memang saya sudah dengar itu, banyak yang heboh bilang Benny Tomasoa ambisi ambil bagian lagi di manajemen tim. Saya nggak condong ke Indra. Buat aku, tiga tahun sudah cukuplah ngurus tim ini. Jadi, pertemuan itu bukan untuk tawar-menawar jabatan, tapi semangat untuk menyatukan perpecahan di tubuh PSMS," katanya di Medan, Minggu (30/9/ 2012).
Penolakan Bento masuk di jajaran manajemen bukan untuk pertama kalinya. Pernyataan serupa pernah dilontarkannya usai kompetisi musim 2010/2011 karena menganggap dirinya gagal, saat itu ia menjabat sebagai asisten manajer. Kenyataannya, ia kembali menjabat manajer tim di musim kompetisi 2011/2012.
Saat ditanyakan apakah benar-benar komit untuk mundur, ia justru memberi jawaban ambigu. "Saya bukan oportunis. Saya punya dasar mengelola PSMS karena sudah di sini mulai dari junior hingga senior. Yang pasti saya tidak mau lagi duduk di manajemen tim, kalau di kepengurusan saya mau," kilahnya.
Kepengurusan, imbuhnya berbeda dengan manajemen. " Kalau manajemen memang khusus mengurusi tim. Sedangkan, pengurus itu punya tupoksi (tugas, pokok dan fungsi, red) yang berbeda. Gitu pun, saya nggak akan dan nggak pernah minta jadi pengurus. Kalau ditawari, itu kan amanah," lanjutnya.
Sementara itu, Indra Sakti juga menyebutkan tak ada "bargaining" apapun dengan kubu pengurus harian. Pembicaraan masih berkisar pada upaya penyatuan PSMS Medan. Cara-cara yang dilakukan guna menempuh rekonsiliasi dipastikan tak akan membuat masalah baru lagi.
"Saya sudah punya konsep untuk ditawarkan. Win-win solution yang tidak mengecewakan dua pihak. Karena, kepengurusan kami sudah terbentuk, begitu pula program (turnamen, red) sedang berjalan. Jadi, solusinya harus dipertimbangkan masak-masak," ungkapnya. (raf/ tribunmedan.com)
0 komentar: