Gatot Bagikan Nasi Bungkus untuk Penarik Becak
Calon Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho punya cara unik untuk mengapresiasi dukungan masyarakat terhadapnya. Bukannya minta dilayani, pria yang kini menjabat Plt Gubernur Sumut ini malah melayani para relawan dan simpatisan dalam sebuah acara silahturahmi, Rabu (13/2/2013).
Gatot terlihat tidak sungkan membagikan makan siang kepada para Relawan Gapai (Ganteng Pilihan Ai) dan abang becak di Medan Tembung. Cagub yang berpasangan dengan Tengku Erry ini bahkan sempat makan sebungkus berdua bersama Ketua Relawan Gapai.
Sikap Gatot yang melayani warga tersebut mendapat perhatian warga. Teriakan dukungan dan tepuk tangan terdengar saat cagub nomor urut lima berinisiatif membawakan dan memberikan nasi bungkus secara langsung kepada tukang becak dan semua masyarakat yang hadir.
Setelah semua warga mendapatkannya, Gatot baru mengambil jatah nasi bungkus yang itupun ia ambil sendiri.
Di bawah guyuran hujan yang cukup deras, Gatot tetap hangat memberikan semangat kepada anggota Gapai. Ini bagian dari apresiasinya atas dukungan para relawan Gapai yang menjadi berkomitmen mengantarkan Gatot dan Tengku Erry Nuradi sebagai pemenang Pemilukada periode 2013-2018.
"Dalam kehidupan ini selalu ada yang ingin kita gapai. Minimal kita semua ingin menggapai kehidupan yang baik di dunia dan akhirat," kata Gatot usai membagi-bagikan nasi bungkus kepada penarik becak.
Ia merasa bersyukur bahwa Gapai mempunyai komitmen berkontribusi untuk memenangkan pasangan Ganteng. Ia mengajak agar relawan Gapai bersungguh-sungguh berupaya dan berdoa supaya harapan bersama tergapai.
"Bekerja, menyapa, memberi senyuman dan kesungguhan dalam mengajak masyarakat dengan baik. Selamat bekerja dan bersama kita membangun Sumut lebih berdaya saing dan menggapai sejahtera," ujar Gatot.
Diakhir kegiatan meski masih hujan deras, Gatot memasang tenda becak motor bergambar pasangan Ganteng nomor urut lima. Setelah itu, Gatot menaiki becak motor tersebut untuk menyapa warga lainnya.
Effendi Fokus Bangunan Infrastruktur
Era 1950-an Sumatera Utara pernah dijuluki sebagai wilayah petrodolar karena menjadi penyumbang devisa negara terbesar untuk Indonesia. Namun bila dilihat pada kenyataannya kini, Sumut jauh tertinggal dari daerah lain. Kenyataannya ini terbukti dari sekitar 30 persen dari total jalan provinsi masih dalam kondisi rusak, sehingga menggangu aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
Calon Gubernur Sumatera Utara nomor urut dua, Effendi Muara Sakti Simbolon menilai permasalahan infrastruktur sepertinya tidak pernah mendapat skala prioritas dalam penyelesaian. Lambannya pembangunan infrastruktur di Sumut membuat perekonomian terancam stagnan.
"Diakui, Sumut memang masih lamban terkait permasalahan infrastruktur terutama jalan dan ketersediaan energi. Bahkan, ancaman stagnan ini kian nyata karena nyaris tidak ada pembangunan infrastruktur baru yang nantinya bisa mengundang investor baru," kata Effendi, Rabu (13/2/2013).
Menurut Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, kondisi sebagian besar badan jalan raya di Sumut hingga kini dinilai masih belum mampu menjawab harapan dan keinginan masyarakat termasuk sektor dunia usaha. Meski upaya perbaikan dan pemeliharan setiap tahun dilakukan, tapi di sejumlah ruas jalan masih ditemukan badan jalan yang rusak.
"Kondisi semacam ini terjadi mulai dari perkotaan hingga pelosok desa. Padahal jalan raya merupakan satu urat nadi perekonomian untuk memperlancar arus barang dan jasa," jelasnya.
Masalah belum optimalnya kinerja pembangunan infrastruktur jalan, tambah Effendi, juga ditengarai sebagai satu faktor penyebab kurangnya minat investor baru untuk menanamkan modal di daerah ini.
Diakuinya, permasalahan infrastruktur memang masih tetap menjadi fokus perhatian. Apalagi ke depan diperkirakan sektor perdagangan dan jasa, serta perkebunan masih bisa tumbuh. Selain itu, sektor perhotelan juga masih akan menggeliat.
Menurut Cagub yang berpasangan dengan Cawagub Jumiran Abdi, pariwisata di Sumut selama ini mempunyai potensi besar menjadi destinasi wisata para turis asing maupun lokal di Indonesia. Beberapa tujuan wisata yang menjadi primadona di Sumut antara lain seperti Danau Toba, Taman Nasional Gunung Leuser, Berastagi, Tangkahan, Air Terjun Sipiso-piso maupun Air Terjun Sigura-gura, dan daerah wisata lainnya.
Namun, yang menjadi masalah pariwisata di Sumut ini ialah masalah infrastruktur, seperti jalan menuju tujuan wisata, listrik, telekomunikasi, maupun fasilitas-fasilitas lainnya di daerah wisata. Tentu hal ini menghambat Sumut dalam mengembangkan potensi wisatanya dan dapat menyebabkan para turis asing maupun lokal enggan untuk berkunjung.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar: