Hardiantono, Wakil Kapten PSMS Medan PT Liga Indonesia (LI) menjadi penyelamat timnya dari kekalahan saat bertemu PSAP Sigli di Stadion Kuta Asan, Sigli, Aceh, Minggu (24/2/2013). Ia menyebutkan ambisi mencuri poin sangat kuat. Begitupun, Tono, demikian ia akrab disapa mengaku tak menyangka sepakan kerasnya bisa berbuah gol.
"Wah, senang sekali bang bisa memberi sumbangan positif bagi tim. PSAP Sigli itu lawan klasik, karena PSMS Medan nggak pernah menang di sini. Misi curi poin, walaupun hanya satu poin berhasil. Aku, kami semua sangat senang," tutur pengidola film kartun Tsubasa ini saat berbincang dengan Tribun lewat telepon selular usai laga kemarin.
Tono begitu ia akrab disapa, mengemukakan kenyataan sesungguhnya. Rentang tiga tahun terakhir dalam tiga kali pertemuan, tak pernah sekalipun PSMS Medan mendulang kemenangan. Teranyar, Laskar Aneuk Naggroe -julukan PSAP Sigli- berhasil menekuk PSMS Medan di panggung ISL 2-1 musim lalu.
"Pertandingan ini menguras tenaga dan emosi. Tertinggal dua gol seharusnya cukup bisa buat mental kami jatuh. Tapi kami tahu ada hutang yang harus dibayar, kekalahan dari PS Bangka harus kami lampiaskan. Karena kerjasama tim dan semangat juga kami bisa mengejar ketertinggalan ini," kata eks Kapten Tim PON Sumut ini.
"Nggak sedikitpun aku nyangka akan gol. Di pikiranku hanya ada, cepat sepak bola rebound. Aku lakukan dan berharap gol. Harapan itu terkabuh," ucap Tono diikuti derai tawa. (raf/ tribunmedan.com)
Hardiantono: Aku Nggak Nyangka Cetak Gol
Hardiantono, Wakil Kapten PSMS Medan PT Liga Indonesia (LI) menjadi penyelamat timnya dari kekalahan saat bertemu PSAP Sigli di Stadion Kuta Asan, Sigli, Aceh, Minggu (24/2/2013). Ia menyebutkan ambisi mencuri poin sangat kuat. Begitupun, Tono, demikian ia akrab disapa mengaku tak menyangka sepakan kerasnya bisa berbuah gol.
"Wah, senang sekali bang bisa memberi sumbangan positif bagi tim. PSAP Sigli itu lawan klasik, karena PSMS Medan nggak pernah menang di sini. Misi curi poin, walaupun hanya satu poin berhasil. Aku, kami semua sangat senang," tutur pengidola film kartun Tsubasa ini saat berbincang dengan Tribun lewat telepon selular usai laga kemarin.
Tono begitu ia akrab disapa, mengemukakan kenyataan sesungguhnya. Rentang tiga tahun terakhir dalam tiga kali pertemuan, tak pernah sekalipun PSMS Medan mendulang kemenangan. Teranyar, Laskar Aneuk Naggroe -julukan PSAP Sigli- berhasil menekuk PSMS Medan di panggung ISL 2-1 musim lalu.
"Pertandingan ini menguras tenaga dan emosi. Tertinggal dua gol seharusnya cukup bisa buat mental kami jatuh. Tapi kami tahu ada hutang yang harus dibayar, kekalahan dari PS Bangka harus kami lampiaskan. Karena kerjasama tim dan semangat juga kami bisa mengejar ketertinggalan ini," kata eks Kapten Tim PON Sumut ini.
"Nggak sedikitpun aku nyangka akan gol. Di pikiranku hanya ada, cepat sepak bola rebound. Aku lakukan dan berharap gol. Harapan itu terkabuh," ucap Tono diikuti derai tawa. (raf/ tribunmedan.com)
Hardiantono, Wakil Kapten PSMS Medan PT Liga Indonesia (LI) menjadi penyelamat timnya dari kekalahan saat bertemu PSAP Sigli di Stadion Kuta Asan, Sigli, Aceh, Minggu (24/2/2013). Ia menyebutkan ambisi mencuri poin sangat kuat. Begitupun, Tono, demikian ia akrab disapa mengaku tak menyangka sepakan kerasnya bisa berbuah gol.
"Wah, senang sekali bang bisa memberi sumbangan positif bagi tim. PSAP Sigli itu lawan klasik, karena PSMS Medan nggak pernah menang di sini. Misi curi poin, walaupun hanya satu poin berhasil. Aku, kami semua sangat senang," tutur pengidola film kartun Tsubasa ini saat berbincang dengan Tribun lewat telepon selular usai laga kemarin.
Tono begitu ia akrab disapa, mengemukakan kenyataan sesungguhnya. Rentang tiga tahun terakhir dalam tiga kali pertemuan, tak pernah sekalipun PSMS Medan mendulang kemenangan. Teranyar, Laskar Aneuk Naggroe -julukan PSAP Sigli- berhasil menekuk PSMS Medan di panggung ISL 2-1 musim lalu.
"Pertandingan ini menguras tenaga dan emosi. Tertinggal dua gol seharusnya cukup bisa buat mental kami jatuh. Tapi kami tahu ada hutang yang harus dibayar, kekalahan dari PS Bangka harus kami lampiaskan. Karena kerjasama tim dan semangat juga kami bisa mengejar ketertinggalan ini," kata eks Kapten Tim PON Sumut ini.
"Nggak sedikitpun aku nyangka akan gol. Di pikiranku hanya ada, cepat sepak bola rebound. Aku lakukan dan berharap gol. Harapan itu terkabuh," ucap Tono diikuti derai tawa. (raf/ tribunmedan.com)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar: