Indra Sakti Harahap menyatakan mundur dari jabatan ketua umum PSMS Medan versi PT Liga Indonesia (LI). Ya, begitulah bisik-bisik yang terdengar usai gelaran rapat mendadak di Aula PSMS Medan lantai dua, Mes Kebun Bunga, Senin (11/2/2013) sore itu. Sekretaris Tim Fityan Hamdi menampik keras kabar itu. "Siapa sumber kalian itu. Mana ada Indra Sakti mundur. Mau buat hancur PSMS ini aja kalian," katanya sembari tersenyum kepada wartawan reguler klub berjuluk Ayam Kinantan itu.
Sementara Indra Sakti di tempat berbeda, tidak membenar, tidak pula membantah desas-desus itu. Ia tersenyum dan berpikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan Tribun. "Hmmm..belum ada seperti itu. Sepertinya saya harus selesaikan tanggungjawab saya. Bisa saja itu terjadi, tapi bukan sekarang," tuturnya.
Lantas bagaimana dengan pemain yang mengonsumsi nasi serba enam ribu? "Nah, justru kedatangan saya mendadak kemarin itu, untuk memastikan kebenaran itu. Saya heran juga, masak untuk urusan konsumsi saya yang harus turun tangan. Mengurusi e-board dan izin lapangan juga ketum yang turun. Memang kondisi klub ini belum sehat, jauh dari profesional. Karena itu saya tak menyangka masak masalah ini bisa menghancurkan reputasi dan integritas tim begitu saja," katanya.
Terkesan Indra Sakti bekerja sendiri tanpa dukungan pengurus lainnya. "Tidak begitu juga. Pengurus-pengurus yang lain ada tupoksinya. Sudah diupayakan dana patungan tapi tetap saja enggak cukup. Pemain bersabar dululah. Masalah katering ini enggak pernah dikomunikasikan sama saya. Laporan Manajer Tim, Sarwono, beliau sudah kasih Rp 35 juta untuk biaya makan. Per harinya biaya makan kan Rp 2 juta. Berarti masih cukup kan," ucapnya seraya bergegas pergi.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar: