Jumiran kunjungi Pedagang Pasar Lama

Ratusan pedagang Pasar Lama, Jalan Veteran, Rantauprapat mendambakan pasangan Effendi Simbolon dan Jumiran Abdi (ESJA) untuk menjadi pemenang pada Pemilihan Umum Kepala Daerah, 7 Maret mendatang. "Kami salut dan bangga melihat figur pemimpin seperti pasangan ESJA yang tidak malu dan sungkan menyambangi para pedagang dipasar ini, oleh karenanya sangat beralasan jika akhirnya kami jatuh hati dan membulatkan tekad untuk mendoakan dan memilih pasangan nomor urut dua," ujar para pedagang disela-sela kunjungan Cawagub Jumiran Abdi di Pasar Lama Rabu (6/2/2013). Menurut pedagang sayur mayur, Gesti Sitanggang, cerminan kedekatan dan keakraban yang ditunjukkan pasangan ESJA merupakan salah satu bukti jika kedua figur tersebut sangat layak memimpin kota Provinsi Sumut. "Melihat senyum dan raut wajah sejuk Pak Jumiran serta ketidak sungkanannya menjabat tangan serta merangkul kami yang bau amis, membuat hati terpikat, belum lagi dia ramah dan sopan, munafik rasanya jika tidak memilihnya," ucapnya Gesti. Senada dikatakan pedagang sandal, Jonpiter Aritonang yang mengaku merasakan adanya aura pemimpin dalam raut wajah pasangan nomor urut dua itu. "Jujur, dari lima pasangan lain yang tebar pesona, hanya dalam diri ESJA lah, saya temukan aura kepemimpinan, semoga Tuhan merestui niat tulus mereka memimpin Provinsi ini kedepan," katanya. Disinggung harapannya kepada pasangan ESJA, Jonpiter mengatakan, agar kondisi bangunan dan fasilitas di Pasar Lama dapat diperbaiki. "Mohon jika nanti terpilih, fasilitas bangunan terutama asbes dan seng di Pasar Lama diperbaiki agar para pedagang dan konsumen merasa nyaman berjualan dan membeli dipasar ini," pintanya. Dikesempatan itu, Jonpiter juga mengingatkan agar pemimpin terpilih jangan pernah lupa kepada arus bawah karena selama ini banyak figur yang ketika belum mendapat jabatan dekat dengan masyarakat namun setelah keinginan didapat malah lupa. "ESJA jangan seperti figur-figur pemimpin lain, jadilah diri sendiri yang bijaksana dan mengayomi masyarakat lemah," tandasnya. Sementara itu dihadapan para pedagang, Jumiran Abdi mengatakan, kegiatan kunjungan ke pasar tradisional sudah kerap dilakukannya. Tujuannya adalah bukan sekadar menyapa pedagang. Lebih dari itu, kegiatan ini untuk melihat langsung kondisi pasar dan pedagang, sekaligus untuk menyerap aspirasi. "Menyapa masyarakat secara klangsung merupakan kewajiban bagi seorang pemimpin. Hal itu bisa menjadi salah satu pola membuka komunikasi antara warga dan pemimpinnya," ucap Jumiran Abdi. Menurutnya, jika ini dilakukan secara konsisten, tentunya seorang pemimpin juga akan lebih dekat serta bisa ikut merasakan apa yang menjadi keluhan warga selama ini. "Insya Allah sampai kapanpun saya dan Effendi Simbolon tetap akan bersama rakyat dan memperjuangkan aspirasinya," ujarnya.

0 komentar: