Pembangunan tidak bisa dipahami sebagai upaya perbaikan yang bersifat fisik semata, tetapi juga harus menyentuh kepada sisi spiritualitas masyarakat, termasuk di dalamnya aktivitas pengembangan keagamaan.
"Justru pembangunan spiritualitas harus menjadi dasar dari pembangunan fisik, karena tanpa itu pembangunan bersifat fisik akan sia-sia," ujar Sekretaris Sahabat RE Sumut, Ronald Naibaho, dalam peresmian Gereja GKPS Resort Cikampak, Labuhan Batu Selatan, Minggu (3/2/2013).
Tampak hadir dalam acara itu, Ephorus GKPS Jaharinson Saragih, STh, PhD dan nyonya, Ketua Sahabat RE Labusel, St Jamilin Manurung, Ketua Sahabat RE Rantauprapat Bidun Siahaan, Bahderjhon Lumban Gaol, Bendhard Sinaga Praeses Distrik V GKPS, Pdt Almer Trivendi Purba, STh, Msi, Ketua I Panitia Umum Ir Jaosner Sumbayak, Ketua Panitia Pelaksana St Apentius Munthe, dan Hotpinder Sinaga.
Ronald juga menyebut bahwa pembangunan gereja GKPS merupakan sebuah bentuk nyata pembangunan spiritualitas tersebut. "Saya kira tidak perlu diragukan lagi, bahwa selama ini GKPS selalu berada di barisan terdepan dalam pengambangan spritualitas jemaat, di samping tentu saja, upaya pemberdayaan jemaat dalam berbagai aspek," terangnya, sesuai rilis yang di Terima Tribun, Rabu (6/2/2013).
Mantan anggota DPRD Sumut tersebut juga menyebut, bahwa RE Nainggolan sering mengamanahkan agar seluruh tim sahabat di berbagai daerah, memberikan pikiran dan tenaga, untuk bekerja sama dengan segenap komponen masyarakat, terutama di bidang keagamaan.
Dalam kesempatan tersebut, Sahabat RE Sumut dan Sahabat RE Labusel juga menyerahkan bantuan untuk pembangunan rumah pendeta resort Cikampak
Selain Sahabat RE, Ketua DPRD Labusel Fery Andika, Skom, MM juga turut memberikan sumbangan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar: