RE Nainggolan Dianugerahi Gelar Bangsawan Nias

-Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara Nainggolan, dianugerahi gelar Tuha Salele Ohito oleh masyarakat adat Nias Selatan. Gelar Tuha Salele Ohito merupakan salah satu gelar bangsawan tertinggi Kerajaan Negeri Dachi, sebuah kerajaan yang pernah berjaya di Kabupaten Nias Selatan. Penganugerahan gelar itu disampaikan Ketua DPRD Nias Selatan Effendi Tafanao dan Tetua Adat Nias Selatan, Justin F Dachi, yang merupakan keturunan ke-17 Raja Negeri Dachi. Prosesi penganugerahan gelar dilaksanakan seusai Pengukuhan Tim Pemenangan Amri-RE Nias Selatan, di Teluk Dalam, Senin (4/2/2012). Penganugerahan gelar disampaikan dengan mengalungkan Kalabubu kepada RE Nainggolan. Kalabubu adalah sejenis kalung terbuat dari kayu dan batok kelapa yang biasanya digunakan satria Kerajaan Negeri Dachi saat berperang. Justin F Dachi, Rabu (6/2/2013) menerangkan, dahulu kala gelar Tuha Salele Ohito diberikan kepada raja atau bangsawan yang berjuang tanpa lelah sehingga memenangkan pertarungan. "Raja atau bangsawan yang diberikan gelar itu juga tidak sembarangan. Yang dianugerahin gelar itu haruslah raja atau bangsawan yang berjuang bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk kepentingan rakyat," kata Justin. Gelar Tuha Salele Ohito, lanjut Justin, layak diberikan kepada RE Nainggolan karena mantan Bupati Tapanuli Utara dan Sekretaris Daerah Sumut itu adalah figur pemimpin yang sepanjang karirnya selalu berjuang untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. "RE Nainggolan selalu berbuat yang terbaik bagi masyarakat. Dia begitu perduli dengan pembangunan pelosok desa, ekonomi kerakyatan, dan pemerataan pendapatan," kata Justin. Agar memahami persoalan masyarakat serta menemukan jalan keluar terbaik, RE Nainggolan juga dinilai konsisten meningkatkan kualitas diri, antara lain dengan menempuh pendidikan hingga tingkat doktor atau strata tiga (S3). Saat menjabat sebagai Sekda Sumut, di tangan Doktor Perencanaan Wilayah inilah Kabupaten Nias dimekarkan menjadi satu kota dan tiga kabupaten, yaitu Kota Gunung Sitoli, Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Utara dan Kabupaten Nias Barat. Setelah pemekaran, keempat daerah itu berkembang signifikan. RE Nainggolan menyampaikan terima kasih atas penganugerahaan gelar Tuha Salele Ohito oleh masyarakat Nias Selatan. "Gelar ini menjadi salah satu motivasi bagi saya untuk terus berbuat yang terbaik bagi masyarakat Sumut, termasuk bagi masyarakat Nias," katanya sesuai rilis yang diterima Tribun. Penganugerahan gelar Tuha Salele Ohito kepada RE Nainggolan dihadiri sekitar 500 warga Nias Selatan. Sebelum acara penganugerahan itu, di tempat yang sama, RE Nainggolan mengukuhkan Tim Pemenangan Amri-RE Nias Selatan. Tim tersebut mentargetkan 70 persen suara dari Nias Selatan bagi Amri-RE pada Pilkada Sumut 7 Maret 2013 mendatang.Acara pengukuhan dihadiri Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Jhonny Allen Marbun, Wakil Bupati Nias Selatan Hukuasa Ndruru dan Tim Pemenangan Amri-RE Sumut, antara lain Bahdin Nur Tanjung, Mindo Siagian, Nelson Parapat, JA Ferdinandus, dan Jadi Pane. Sebelum mengukuhkan Tim Pemenangan Amri-RE Nias Selatan, RE Nainggolan juga mengukuhkan Tim Pemenangan Amri-RE Kota Gunung Sitoli dan Kabupaten Nias. Acara pengukuhan dilaksanaklan di Aula Sekolah Tinggi Teologia Sunderman, Gunung Sitoli, dan dihadiri lebih dari 1.500 pendukung fanatik RE Nainggolan. Mereka juga mentarget perolehan suara sebesar 70 persen bagi Amri-RE yang merupakan pasangan Cagub dan Cawagub Sumut Nomor Urut 4 pada Pilkada Sumut 7 Maret 2013.

0 komentar: