Konjen Jepang di Medan Pakai Dasi Daur Ulang

Konjen Jepang di Medan Pakai Dasi Daur Ulang Pemerintah Kota Medan dan Konsulat Jenderal Jepang di Medan bekerja sama membuat pembuatan kompos metoda Takakura di Jalan Sutrisno Gg Sehati Medan, Senin (11/2). Dalam pelatihan yang dibuka oleh Wali Kota Rahudman Harahap dan dihadiri Konsul Jenderal Jepang di Medan Yuji Hamada, para peserta berkesempatan mendapat arahan dari tenaga ahli dari Kota Kitakyushu, Jepang tentang pengelolaan sampah menjadi kompos yang baik dan benar. Setelah pelatihan diharapkan, Warga Gang Sehati dapat memanfaatkan sampah organik menjadi pupuk organik dan menggunakannya untuk memupuk seluruh tanaman milik warga, sedangkan sampah an-organik dijual ke bank sampah sehingga menyumbang bagi peningkatan pendapatan warga. Konjen Jepang di Medan Yuji Hamada saat memberikan kata sambutan mengungkapkan, sampah di Jepang kini tidak hanya diolah menjadi kompos saja tetapi juga sebagai bahan baku tekstil. “Dasi yang saya pakai ini merupakan hasil daur ulang dari sampah,” kata Hamada sambil memperlihatkan dasi yang dikenakannya. Karena itulah, lanjutnya, dia ingin membantu Pemko Medan dalam mengatasi masalah sampah dengan mendatangkan tenaga ahli dari Kota Kitakyushu, Jepang. Sebab, kota itu terkenal akan keberhasilannya dalam pengelolaan sampah, salah satunya dengan menggunakan metoda Takakura. Dijelaskannya, Takakura merupakan orang yang menciptakan keranjang sakti untuk tempat pengelolaan sampah menjadi kompos. Atas ciptaannya itu, “keranjang sakti” itu disebut keranjang Takakura. Hamada menerangkan, keranjang sakti Takakura adalah suatu alat pengomposan sampah organik untuk skala rumah tangga dengan bentuk yang praktis. Selain itu bersih dan tidak berbau sehingga sangat aman digunakan di rumah. Keranjang tersebut mampu mengolah sampah organik di rumah tangga dengans angat baik. Sampah organik setelah dipisahkan dari sampah lainnya, diolah dengan memasukkan sampah organik tersebut ke dalam keranjang sakti Takakura. Bakteri yang terdapat dalam starter kit pada keranjang Takakura akan menguraikan sampah menjadi kompos, tanpa menimbulkan bau dan tidak mengeluarkan cairan. Menurut pihak Konsulat Jenderal Jepang, pihaknya telah melakukan kerja sama dengan Kota Surabaya dalam pengelolaan sampah. Dari kerjasama yang dilakukan, kini sampah di Surabaya telah menjadi -30 persen. Sedangkan untuk Kota Medan, dia optimis bisa menjadi -50 persen. sumber: tribun medan

0 komentar: