Mengenal Kekayaan Corak Ulos

Ulos, kain tenun ikat Sumatera Utara tak kalah cantik dan keren dari batik. Ulos mulanya berfungsi menghangatkan badan. Dia juga punya punya nilai sakral, fungsi simbolik dan makna tertentu. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, ulos makin kaya corak. Cara memakai ulos juga bermacam-maca tergantung situasinya. Ada yang memakainya di bahu layaknya memakai selendang, melilitkannya di kepala dan mengikatkannya pada pinggang. Meski begitu, ulos enggak boleh dipakai sembarangan. Contohnya Ulos Sibolang. Ulos tersebut melambangkan duka cita, jadi, enggak boleh dibawa ke pesta ya. Sebaliknya, Ulos Sadum yang melambangkan kebahagiaan, enggak boleh dipakai dalam upacara kematian. Ulos Ragi Hidup enggak boleh dijadikan alas duduk, soalnya ulos ini berderajat tinggi dan biasa dipakai raja-raja. * Ulos tradisional yang mewah Ulos tradisional biasanya memiliki warna-warna yang cenderung lebih gelap dan berbahan lebih berat. Ada tiga warna dasar ulos, yaitu merah, hitam dan putih. Itu karena ulos, secara tradisional, dibuat dengan jenis benang yang dipintal dari kapas dan pewarnaannya menggunakan pewarna alami. Proses pembuatannya cukup rumit. Tingkat kesulitan pembuatan kain ini juga berbeda-beda tergantung corak dan fungsinya. Bahkan ada beberapa jenis ulos terlihat mewah dan dibuat selama berbulan-bulan. Enggak heran, harganya bisa mencapai jutaan rupiah.

0 komentar: