PSMS Medan PT LI Mengais Dana untuk Dua Laga Kandang
Putaran pertama Grup I Divisi Utama PT Liga Indonesia menyisakan dua laga kandang bagi PSMS. Menghadapi Persih Tembilahan pada 9 Maret dan Persisko Tanjabar Jambi pada 14 Maret di Stadion Baharoeddin Siregar Lubukpakam. Dengan kondisi kas yang minim seperti sekarang ini, PSMS pun harus berijbaku untuk mencari sumber pendanaan.
Ya, PSMS membutuhkan dana yang tidak sedikit untuk menghadapi dua laga
kandang musim depan. Setidaknya ditaksir 200 juta rupiah lagi untuk mempersiapkan segala aspek kesiapan untuk jamuan terhadap tim tamu dan perjalanan tim hingga menuju ke hari H.
"Kalau untuk pertandingan ditaksir 120 juta perlaga. Tapi kan tidak hanya itu. Untuk makan dan persiapan tim menuju kesana lebih dari itu. Setidaknya 200 juta lagi,"
ujar Ketua Umum Indra Sakti saat berbincang di Mess Kebun Bunga belum
lama ini.
Sebelumnya PSMS terseok-seok dalam menggelar dua laga kandang di awal kompetisi. Kontra PS Bengkulu dan PS Bangka, PSMS mengalami tunggakan-tunggakan. Kondisi yang kian menyulitkan itu akhirnya menggiring H.Saryono untuk mundur dari ketua panpel.
Jelas saja sulit. Pemasukan tiket tidak sepadan dengan pengeluaran. Besar pasak daripada tiang. Indra mengeluhkan minimnya jumlah penonton yang hadir di stadion Baharoeddin Siregar. Sementara sponsor tidak ada yang bersedia mengucurkan dana.
"Sekarang darimana dana yang bisa
diharapkan? Seharusnya pemasukan dari tiket itu yang kami harapkan. Tapi apa yang mau diharapkan, penonton saja minim. Apalagi memang kita main tidak di stadion Teladan dan itu dengan jarak tempuh yang jauh seperti itu penonton jadi tidak punya ," bebernya.
PSMS masih punya satu harapan untuk pembiayaan. Meskipun jumlahnya tidak signifikan. Yakni dana subsidi dari PT Liga Indonesia yang dikucurkan secara bertahap dengan 50 juta per bulannya. Maret ini,
PSMS akan kembali mendapat subsidi itu setelah di Februari menerima Rp 50 juta. Namun untuk pembiayaan satu laga kandang pun tidak cukup.
"Jumlahnya tentu tidak mencukupi. Lain halnya kalau mereka memberikannya langsung 450 juta. Kita bisa panjar ini itu. Tapi masalahnya itu secara bertahap, sementara kita sudah cengap cengap,"bebernya.
Lalu sisanya? "Yang pasti kami masih terus berusaha. Saya yakin masih ada jalan. Setidaknya sampai putaran pertama ini saya masih yakin," pungkasnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar: