Timnas Indonesia "Terbelah" Lagi?
Situasi di persepakbolaan Indonesia makin tak menentu. Belum juga konflik antara PSSI dengan KPSI terselesaikan, masalah lain sudah kembali hadir. Teranyar, internal PSSI digoyang isu perpecahan.
Kondisi pelik itu terjadi di dalam manajemen timnas. Dalam mempersiapkan tim ke pertandingan Pra-Piala Asia 2015, melawan Arab Saudi, Sabtu (23/3), PSSI justru dihadapkan pada dua manajemen. Satu ditangani oleh PSSI dan satunya lagi dipegang oleh Badan Tim Nasional (BTN).
Seperti diketahui, sejak Desember, urusan timnas di PSSI diatur oleh Komite Adhoc Timnas yang diketuai Sihar Sitorus. Di dalam komite tersebut terlibat pula Koordinator Timnas Indonesia, Bob Hippy. Surat-surat pemanggilan pemain pun ditandatangani oleh Sekjen PSSI, Halim Mahfudz.
Di lain sisi, muncul pula BTN. Walaupun hingga saat ini belum resmi diumumkan, sejumlah nama yang dikabarkan masuk di BTN di antaranya Isran Noor (Bupati Kutai Timur), Habil Marati (eks manajer timnas), Rudolf Yesayas, dan Tommy Arief.
Informasi yang beredar, kubu BTN-lah yang merekomendasikan nama Luis Manuel Blanco kepada Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin untuk menjadi pelatih kepala timnas menggantikan Nilmaizar.
Dengan adanya dua manajemen timnas yang terjadi saat ini, pemain pun merasa kebingungan. Untuk laga melawan Arab Saudi, pemain dihadapkan pada dua surat panggilan dari dua kubu manajemen.
"Ya, saya dapat dua surat pemanggilan. Satu dari BTN, satu dari PSSI. Saya jadi bingung, kok pemanggilan timnas ada dua. Jadi tidak jelas. Beberapa pemain lain juga mengakui mendapat surat panggilan ganda itu, seperti Andik Vermansah, Raphael Maitimo, dan Irfan Bachdim," ujar gelandang Persebaya, M. Taufiq, Kamis (14/2).
PSSI melalui rapat Komite Eksekutif (exco) memang mengumumkan memanggil 33 pemain untuk menjalani pemusatan latihan timnas. Namun kemudian, BTN dikabarkan pula telah melayangkan pemanggilan pemain-pemain tersebut. Selain surat, pemanggilan juga dilakukan melalui telepon oleh pengurus BTN.
"Harusnya timnas itu kebersamaan. Ini malah pengurus berjalan sendiri-sendiri. Aku makin tidak mengerti. Jika sudah begini, aku konsentrasi dulu di kompetisi. Nanti lihat perkembangan dengan pemain lainnya," keluh Taufiq.
sumber: duniasoccer.com
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar: