Dede Pranata Investasikan Pendapatan ke Sawah

PFCBILAL-Setiap pesepakbola profesional menyadari bahwa usia adalah lawan sejati dalam berkarir. Masa keemasan dalam rupa pasang prestasi pasti bakal surut seiring waktu. Karenanya, uang yang didulang selama memperkuat klub-klub di panggung liga profesional harus diefektifkan penggunaannya. Dede Pranata memahami fakta tersebut. Ia pun berkisah uang yang ia peroleh semasa berkarir tak dihambur-hamburkan untuk kebutuhan yang tak begitu penting. Ayah dua anak ini menginvestasikannya untuk mengembangkan lahan dan produktivitas sawah. Hebatnya, kiper kelahiran 1985 ini sudah mempunyai lahan sawah seluas 1 hektare di Perbaungan, Deliserdang. Ada rencana untuk ekstensifikasi lahan dalam tahun ini. Tekad tersebut kian menguat menyadari suramnya kondisi sepakbola nasional tiga musim terakhir. "Sawah itu kudapatkan dari uang hasil bermain bola selama ini. Tiap ada rezeki aku pasti berpikir untuk membeli areal persawahan lagi, soalnya sekarang masih 1 hektare. Sekarang kondisi keuangan klub sulit, jadi harus pandai-pandai menabung," kata Dede tersenyum saat berbincang dengan Tribun di Medan. "Kalau sudah pensiun atau nggak bermain bola lagi, aku mau fokus ngurusi sawahku. Ya, aku bermimpin jadi petani berdasi. Enggak ada yang enggak mungkin kan," tuturnya yakin. Ayah dari Aurelia Pranata dan Adelia Pranata ini juga berambisi menyekolahkan anak-anaknya hingga jenjang pendidikan tinggi. Itu sebabnya, ia tak ingin kas keuanganya kolaps saat usia menghalanginya untuk bisa bermain bola kelak. "Nantinya, sawah ini akan kujadikan modal buat anak-anakku bersekolah. Dari sekarang kan harus dipikirkan matang-matang, supaya masa depan anak-anakku bagus. Karena itu, aku punya keinginan besar untuk mengembangkan usaha ini," ucap pemilik akun twitter @pranatadede ini. Kiper plontos ini tak sungkan untuk turun langsung dan berlumpur-lumpur. Bila ada waktu senggang atau kompetisi sedang jeda, maka ia akan bekerja di sawahnya. Mulai dari mengontrol irigasi, mengusir burung-burung pemakan padi hingga mencangkul. Kegiatan semacam ini kian intens dilakoninya usai aksi boikot latihan PSMS Medan LPIS sejak Senin (4/3/2013) lalu. Ia juga turut membawa serta kedua anaknya tiap turun sawah. Uniknya Dede punya tujuan khusus supaya anak-anaknya bersentuhan dan belajar dari alam di tengah pusaran hedonisme yang begitu kental. Wah, Ayah yang luar biasa. (tribunmedan)

0 komentar: