Duo PSMS Saling Klaim Voters Solo yang Absah

PFCBILAL-Federasi sepakbola dunia, FIFA telah memerintahkan agar kongres digelar guna menuntaskan karut marut sepakbola Indonesia. Ada dua penegasan surat per tanggal 22 Februari 2013 lewat Menpora itu . Pertama kongres berstatus Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar 17 Maret 2013 dan kedua, peserta kongres adalah lembaga atau klub, bukan perorangan. Poin pertama tak ada masalah baik di level pusat (PSSI-KPSI) hingga ke klub-klub. Namun, tidak dengan poin kedua. Dalam hal ini duo PSMS Medan yakni pimpinan Benny Harianto Sihotang dan Indra Sakti Harahap punya beda pandangan. Seperti diketahui, FIFA dan AFC menegaskan peserta kongres mengacu pada lembaga bukan perorangan yang ikut ambil bagian pada Kongres Solo Juli 2011 lampau. Baik PSMS versi PT LPIS maupun PSMS versi PT LI sama-sama mengklaim sebagai voter Solo yang absah. Julius Raja, Wakil Manajer Tim PSMS PT LPIS mengatakan pihaknya yang punya mandat untuk mewakili PSMS Medan di KLB. "Saya dan ketua umum Benny Sihotang yang akan berangkat ke kongres nanti. Berkas penunjukan dari PSSI sudah ada di tangan pak Benny yang meminta dua utusan," katanya saat berbincang dengan www.tribunmedan.com di lapangan Stadion Kebun Bunga. Pada Kongres Solo itu, PSMS Medan mengutus Sekretaris Umum, Idris dan Ketua Bidang Teknik Julius Raja. PSMS adalah satu dari 108 voters Solo kala itu. Namun, polemik dualisme federasi berikut operator kompetisi mencuat pascakongres. PSMS Medan pun memisahkan diri dari PSSI tapi tetap bernaung di bawah kompetisi besutan PT Liga Indonesia (LI). Pada akhirnya PT LI menjadi operator kompetisi di bawah naungan KPSI. Sedangkan PSSI menaungi operator kompetisi baru, PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS). Dualisme PSMS tak bisa dihindarkan. Idris memimpin PSMS Medan ISL dan Freddy Hutabarat membuat PSMS Medan IPL namun satu ketua umum, Rahudman Harahap. Musim 2013 ini, PSMS pimpinan Indra Sakti boleh dikata melanjutkan tongkat estafet dari kepengurusan Idris dkk yang berkompetisi di Divisi Utama PT LI. Sedangkan PSMS pimpinan Benny Sihotang berada di Divisi Utama PT LPIS, sempat mendaftar di PT LI namun tak lolos verifikasi. Bila merunut skema ini maka PSMS Indra Sakti adalah voters Solo. Julius Raja membantah keras skema tersebut. "Saya paham bahwa yang diminta FIFA adalah lembaga bukan perorangan. Tapi PSMS LPIS adalah lembaga yang absah. Saat itu belum terpecah, saya dan pak Idris ditugaskan Rahudman sebagai ketum. Karena terkendala permendagri maka beliau mundur dan menyerahkannya pada Benny Sihotang lewat Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) di Hotel Santika," katanya dengan nada tinggi. "Jadi perlu dipahami bahwa acuannya bukan operator kompetisinya. Catat itu kawan. Tapi lembaga atau klub ini saat dipimpin Rahudman Harahap. Dan yang meneruskan kepemimpinan beliau adalah Benny Sihotang. Jadi PSMS LPIS lah yang sah," tuturnya. Sementara itu, Sekretaris Tim PSMS LI, Fityan Hamdy menegaskan bahwa pihaknya voters Solo. " Sejak saya aktif sebagai sektim di manajemen tahun 2009, PSMS juga terdaftar di PT Liga Indonesia. Kita konsisten dan tidak ada pindah-pindah dari dulu walaupun ada dualisme di pusat. Penegasannya adalah saat Kongres Solo PSMS terdaftar di PT LI. Nah, sekarang kita berkompetisi di divisi utama PT LI. Jadi, kitalah yang memang voters Solo," katanya. "Sekarang kita sudah jalani tiga pertandingan di divisi utama PT LI sebagai bukti kita adalah klub yang diakui. Karena itu saya tegaskan lagi, bukan personnya tapi lembaganya sebagaimana amanat FIFA. Bukan mereka yang diutus waktu itu (Idris dan Julius, red) tapi PSMSnya yang terdaftar di PT LI," tandasnya. (raf/ tribunmedan.com)

0 komentar: