Inilah Tiga Figur Penting yang Meninggalkan PSMS Medan LPIS

PFCBILAL-Menyerah sebelum berperang. Frasa ini sangat tepat menggambarkan situasi PSMS Medan versi PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS). Betapa tidak, kompetisi belum bergulir namun figur-figur penting sudah keburu "angkat kaki". Teranyar, Yohana Pardede mengundurkan diri dari jabatan manajer tim terhitung sejak 9 Maret 2013. Pernyataan resmi dituangkan di lembar hitam di atas putih bermeterai dan ditujukan langsung kepada Ketua Umum, Benny Harianto Sihotang. Sebenarnya, isu ini sudah berembus sebulan lalu. Namun, acapkali dibantah yang bersangkutan dan jajaran pengurus. Gejala tak sehat memang sedang menjalari tubuh klub. Sebelumnya, Chief Excecutive Officer (CEO) Doli Sinomba Siregar melakukan tindakan serupa. Alasannya kala itu, karena ketidaksanggupan membagi fokus di pekerjaanya sebagai usahawan dan di klub. Selanjutnya, Abdul Rahman Gurning menanggalkan jabatan pelatih kepala dan berlabuh ke Arema IPL. Alasannya, kejelasan kontrak tak kunjung diterima. Bila dikerucutkan, rangkaian permasalahan di atas menyasar pada krisis finansial. Simak alasan Yohana yang disampaikan kepada wartawan, "Saya tak punya masalah dengan siapapun, apalagi dengan pemain. Hanya saja, saya kasihan melihat pemain yang sampai sekarang belum juga dikontrak. Dilema dengan situasi ini," kata putri mantan gubernur Sumut, Rudolf Pardede ini. "Sebagai manajer tim, tugas saya bukan mencari dana. Sebab perjanjian di awal, sudah ada sponsor yang mau mendanai PSMS. Jelas saja, saya tak mau jadi pendana tunggal. Pengurus kan ada 109 orang dan memiliki andil dan tanggungjawab masing-masing, lantas kemana fungsinya. Itu makanya saya putuskan untuk mundur," ucapnya lirih. Yohana bukannya tak punya upaya. Ia mengaku sudah mencoba melobi pihak ketiga yang bersedia menjadi sponsor. Namun, tak digubris meski sudah disampaikan secara gamblang pada rapat internal pengurus. Mundurnya Yohana bukan tak mungkin akan diikuti oleh beberapa figur lainnya. Apalagi kepengurusan pimpinan Benny Sihotang yang gemuk terbukti tak efektif. Tetap tak mampu berkutik menggaet sponsor. Sinyalemen hengkangnya beberapa pemain senior juga kian kuat setelah kontrak yang tak jelas. Tinggal menunggu reaksi cepat pengurus, apakah PSMS LPIS bisa tetap eksis atau justru bubar sebelum kompetisi bergulir. (tribunmedan)

0 komentar: