PFCBILAL-Wakil Manajer Tim PSMS Medan versi PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS), Julius Raja memapas tudingan yang menyebutkan ada provokasi dari pemain senior atas pemboikotan latihan. Uniknya, ia menegaskan oknum manajemen dan pengurus yang melontarkan pernyataan tersebut harus instropeksi diri. Menurutnya, mogok latihan adalah reaksi lumrah dari Saktiawan Sinaga dan kawan-kawan yang tidak dipenuhi hak-haknya.
"Saya tegaskan nggak ada penghasut di antara pemain. Nggak ada itu. Yang salah itu manajemen atau pengurus, buat janji jumpa dengan pemain tapi diingkari. Buktinya hanya saya yang menemui dan melihat latihan pemain, yang lain kemana," kata King, sapaan akrabnya saat berbincangan dengan Tribun di Medan, Rabu (6/3/2013).
"Wajar pemain mogok latihan karena mereka nggak dapat bensin. Bensin di sini ada dua maksudnya, ongkos transport mereka dan uang untuk menghidupi kebutuhan hidup keluarganya. Makanya mereka pening, dan kami pengurus harusnya memaklumi itu, jangan ngomong aneh-aneh. Pengurus jangan menghindar," lanjut pria berpostur tinggi besar ini.
King menuturkan bahwa skuat memang telah memeroleh uang pendahuluan. Perinciannya adalah panjar 10 persen kepada sembilan pemain senior dan berpengalaman yang jadi prioritas rekrut. Sedangkan uang lelah dengan range Rp 2 -Rp 5 juta kepada pemain lainnya.
"Tapi uang ini kan diberikan di bulan November 2012 lalu. Ini kan sudah bulan Maret, sampek ke mana uang sebegitu. Makanya, saya selalu bilang ada 109 pengurus, mari kerjasama. Kita buat dana patungan Rp 5 juta per orang misalnya. Jangan cuma pak Benny Sihotang saja yang kerja. Setidaknya kita bisa kasih uang lelah per bulannya sebelum kejelasan di Kongres Luar Biasa PSSI 17 Maret mendatang," katanya dengan nada meninggi.
King juga membantah adanya rencana pengurus untuk mendepak sembilan pemain senior. Kesembilan pemain ini memeroleh ikatan kontrak dengan nominal yang terbilang besar. Karena itu pula, gencar beredar kabar Saktiawan Sinaga, Donny Siregar, Yudha Andika, Novi Handriawan dan lima pemain lainnya bakal didepak.
"Itu enggak ada. Saya tegaskan mereka nggak ada dibuang. Seharusnya pengurus dan pemain bisa menjaga kekompakan lah. Harus dihargai mereka yang mau berjerih lelah latihan. Nah, walaupun begitu ya, saya bahkan kami pengurus mengharapkan pemain berlatih lagi," ucapnya.
Sebelumnya, kapten tim Saktiawan Sinaga berang karena ada tudingan bahwa aksi mogok latihan ditengarai provokasi. Desas-desus menyebutkan Saktiawan dan beberapa pemain senior lainnya sebagai dalang utama. Keputusan itu disebutnya menjadi kesepakatan bersama bukan tindakan perorangan.
"Sebagai kapten tim yang ditunjuk pelatih, saya tidak bertugas menjadi provokator. Sebagai kapten, saya harus menyampaikan uneg-uneg kawan-kawan. Jadi, ini murni karena kesepakatan seluruh pemain," ucapnya.
(TribunMedan)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar: