La Nyalla: Kongres di Bandung Haram."

PFCBILAL - Ketua Umum Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI), La Nyalla Matalitti mengaku tidak gentar dengan digelarnya kongres tandingan oleh mantan sekjen PSSI Halim Mahhfudz diadakaan di Bandung, Jawa Barat pada 17 Maret 2013 mendatang. Menurut anggota Exco PSSI yang sebelumnya berstatus terhukum ini, kongres tandingan itu ilegal atau Haram. Pasalnya, yang menghadiri hanya anggota kloning yang tidak sah. "Biarkan mereka membikin kongres. Para kloning-kloning itu tidak punya hak suara. Harus anggota voters solo yang masih aktif yang punya hak suara," ujar La Nyalla di Jakarta (4/3) Pertemuan antara Menpora Roy Suryo dengan PSSI dan KPSI beberapa hari lalu telah memutuskan untuk menggelar kongres pada 17 Maret.  Ada empat pembahasan dalam kongres itu, yakni revisi statuta, pengembalian empat Komite Eksekutif, unifikasi liga, dan kongres dengan voter Solo. Ikhlas Dicopot, Nilmaizar Tunggu Surat Pemberhentian Resmi." GIL - Tindakan sepihak Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin yang menggeser posisi Nilmaizar diterima dengan lapang dada oleh Pelatih Timnas Indonesia itu. Menurut Nil, saat ini dia hanya menanti surat pemberhentiannya secara resmi. "Saya menerima semua ini dengan lapang dada, kalau memang untuk majunya persepakbolaan Indonesia," ujar Nilmaizar. "Sekarang posisi saya hanya menunggu surat pemberhentian saya dari PSSI dengan prosedur yang jelas." Sebelumnya, ketika Nilmaizar dan tim pelatih lain masih memimpin para penggawa TImnas Indonesia berlaga di ajang Pra-Piala Asia di Dubai, Djohar mengumumkan bahwa Luis Manuel Blanco akan diplot sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia. Penunjukan Blanco ini berbarengan dengan dibentuknya sebuah badan bernama Badan Tim Nasional. Pembentukan badan ini ditentang oleh anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI. Menurut Bob Hippy, salah seorang anggota Exco yang menentang pembentukan BTN, proses pembentukan badan ini tak sesuai dengan prosedur yang digariskan Statuta. Karena itulah, Bob-yang juga merupakan Koordinator Timnas Indonesia- juga menolak pergantian pelatih dan bersikeras bahwa Nilmaizar secara sah masih merupakan nahkoda Skuad Garuda. Sementara itu, lebih lanjut, Nil mengisyaratkan bakal menolak tawaran dari Plt Sekretaris Jenderal PSSI, Hadiyandra untuk mencarikannya posisi lain di Badan Tim Nasional. Pria kelahiran Payakumbuh ini juga mengungkapkan harapannya agar bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik, sampai surat pemberhentiannya dikeluarkan oleh PSSI. "Terkait pernyataan Sekjen PSSI, bahwa saya akan dicarikan posisi di tempat lain, saya ucapkan terima kasih. Tapi, untuk saat ini saya fokus untuk menyelesaikan kontrak saya sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia dan berharap PSSI bisa meresponnya dengan baik," dia menandaskan. (berbagaisumber)

0 komentar: