Naturalisasi di Timnas, Roy Bangga

PFCBILAL-BTN panggil sejumlah pemain naturalisasi buat hiasi skuad timnas Indonesia. Mennegpora Roy Suryo ikut bangga. Meski di awal penunjukannya jadi Mennegpora pengganti Andi Mallarangeng mengaku tak punya kompetensi tinggi di bidang olahraga, Roy buktikan konsistensinya dalam menjaga komitmen. Ia terus belajar, bahkan juga sangat aktif dan tunjukkan kepedulian besar pada olahraga nasional. Kinerja Roy jadi fakta positif yang layak diteladani. Ia memperlihatkan kemauan itu jauh lebih dahsyat dari kemampuan. Dari kemauan kuat, kemampuan dapat dikembangkan. Dalam konteks ini, kompetensi ternyata bukanlah unsur utama. Tengok bagaimana Roy dengan niat baik, semangat, dan kepeduliannya coba turun tangan di tengah kisruh PSSI dan sepakbola Indonesia. Tak butuh waktu lama, kisruh yang menjerat sejak 2011 itu mulai bisa diurai. Situasi PSSI dan sepakbola Indonesia mulai kondusif. Berkoordinasi dengan Ketua Umum KOI Rita Subowo, Roy setidaknya mampu menyatukan Djohar Arifin Husin dan La Nyalla Mattalitti, 2 pentolan dari 2 kepengurusan PSSI yang selama ini berkemelut. Berangkat dari 4 poin yang dititahkan FIFA lewat surat tertanggal 13 Februari 2013, Roy bersama Rita, La Nyalla, dan Djohar jalin kesepakatan baru. Dan, hebatnya, 1 demi 1 dari 4 poin vital itu dijalankan dengan intens dan konsisten dengan landasan pemahaman yang baik di antara para pihak yang berkonflik. Empat anggota Exco PSSI yangbdipecat Komite Etik PSSI sudah kembali aktif. Badan Tim Nasional (BTN) sudah dibentuk sebagai pengelola timnas sehingga pemain terbaik Indonesia pun mulai bisa dikumpulkan. Proses verifikasi voters sudah rampung dan semua pihak sudah siap menyongsong Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI 17 Maret 2013 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Semua itu, tentu, membersitkan harapan besar bagi publik pecinta sepakbola di Tanah Air yang lebih dari 2 tahun ini dibuat rikuh akibat kisruh berkepanjangan. Sungguh beruntung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan Roy jadi Mennegpora karena ia memang tak datang dengan kepentingan sektoral. Bagusnya lagi, Roy termasuk sosok yang selalu berupaya tepati janji. Ia, misalnya, betul-betul datang melongok TC timnas meski baru diikuti 6 dari total 57 pemain yang dipanggil BTN, Jumat (8/3) di Lapangan C Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta. Tugas terdekat timnas Indonesia adalah laga ke-2 Pra-Piala Asia 2015 kontra Arab Saudi. Ke-6 pemain itu adalah Anggi, Husni J Rahaningmas, Oktovianus Maniani, Mario Aibekop, Raphael Maitimo, dan Diego Muhammad. Nama terakhir sudah jadi mualaf. Semula ia bernama Diego Michels. Disaksikan Roy, mereka lakoni latihan ringan seperti mengasah umpan dan giring bola. "Saya datang buat memberi dukungan dan perhatian. Meski belum semua pemain terkumpul karena yang lain masih terikat dengan jadwal kompetisi ISL dan IPL, ini adalah permulaan yang baik. Semoga mulai 14 Maret nanti semua pemain yang dipanggil BTN terkumpul. Jika sudah lengkap, TC baru diresmikan," papar Roy. Roy juga menegaskan TC timnas tidak memberlakukan kuota pemain asal klub Indonesia Super Leagua (ISL) dan Indonesia Premier League (IPL). "Tak ada titipan nama. Penentuan pemain diserahkan sepenuhnya kepada tim pelatih," tukas Roy. Soal adanya pemain naturalisasi dalam daftar skuad TC timnas, Roy mengaku ikut bangga. Khususnya mengkait Raphael dan Diego, 2 pemain naturalisasi asal Belanda yang jalani TC sejak awal di bawah kontrol langsung pelatih kepala Luis Manuel Blanco. Dengan bangga pula, Roy berharap pemain naturalisasi lainnya segera merapat ke TC timnas begitu selesai membela klubnya di laga ISL dan IPL. Pemain naturalisasi yang masih ditunggu itu tak lain Sergio 'SVD' van Dijk, bomber anyar Persib Bandung berdarah Belanda-Sunda. Pemain naturalisasi lain yang sempat usung timnas Garuda adalah Tonny Cussel, John van Bukkering, dan Stephano Lilipaly. Pada musim 2012/2013 ternyata memang banyak pemain pemain keturunan Indonesia beredar di Eredivisie (kasta tertinggi di Belanda) dan Eerste Divisie (kasta ke-3). Beberapa dari mereka dijaring dan berkontribusi bagi sepakbola Bumi Pertiwi. Data & Fakta Almere City Setelah menyewa dan mengontrak Leroy Resodihardjo dari ADO Den Haag, musim ini tim Almere datangkan Stefano Lilipaly, pemain naturalisasi. Tak lama berselang, 1 lagi pemain berdarah Maluku-Suriname, Charles Dissels, perkuat lini depan Almere. Go Ahead Eagles Klub dari Deventer dari sisi tradisi memang punya ikatan dengan Indonesia. Dua musim terkahir mereka tampung 2 pemain berdarah Maluku, Joey Suk dan Xander Houtkoop. Diego Muhammad pernah jadi bagian dari skuad kebanggaan Kota Deventer itu. Telster Mereka menampung 2 pemain keturunan Indonesia. Awal Maret 2013, Oliver Rifai dan Gaston Salasiwa ditetapkan sebagai pilar anyar skuad Telster. Rifai adalah bek kanan kelahiran 1993 di Amsterdam. Ayahnya asal Bandung dan ibu asli Belanda. Salasiwa keturunan Maluku-Belanda. Ia pernah main buat Bintang Medan, klub IPL. Ajax Amsterdam Ada sederet pemain keturunan Indonesia di tim yunior Ajax. Ezra Wailan (Belanda-Manado) di tim B1 yunior U-16 adalah salah satunya. Remaja kelahiran Amsterdam, 22 Oktober 1997, itu menempati posisi gelandang sayap. Pada 2011, ia terpilih masuk timnas Belanda U-15. Sejak 2013, ia naik pangkat dan bela timnas Belanda U-16. 57 Pemain yang Dipanggil BTN: Kiper Kurnia Meiga (Arema Indonesia) Syamsidar (Mitra Kukar) I Made Wirawan (Persib Bandung) Jandia Eka Putra (Semen Padang) Endra Prasetya (Persebaya IPL) Deny Marcell (PSM Makassar) Belakang Hamka Hamzah (Mitra Kukar) Ricardo Salampessy (Persipura Jayapura) Victor Igbonefo (Arema Indonesia) M Roby (Persisam Putra Samarinda) Zulkifli Syukur (Mitra Kukar) Ruben Sanadi (Persipura Jayapura) Supardi (Persib Bandung) Tony Sucipto (Persib Bandung) Hasyim Kipauw (Arema Indonesia) Abd Rahman (Sriwijaya FC) Fathlul Rahman (Barito Putra) Syahrizal (Persija Jakarta) Syaifullah Maulana (Semen Padang) Nopendi (Persiba Bantul) Novan Setyo Sasongko (Semen Padang) Arif Tyuansyah (Semen Padang) Suyatno (Pro Duta) Nur Iskandar (Semen Padang) Diego Michiels Tengah Ahmad Bustomi (Mitra Kukar) Immanuel Wanggai (Persipura Jayapura) Egi Melgiansyah (Arema Indonesia) Ferdinand Sinaga (Persisam Putra Samarinda) Ian Louis Kabes (Persipura Jayapura) Zulham Zamrun (Mitra Kukar) M Ridwan (Persib Bandung) Firman Utina (Persib Bandung) Boaz Solossa (Persipura Jayapura) Eka Ramdani (Pelita Bandung Raya) Ponaryo Astaman (Sriwijaya FC) Arif Suyono (Mitra Kukar) Dedi Hartono (Barito Putra) Muhammad Taufiq (Persebaya IPL) Raphael Maitimo Faisal Azmi (Pro Duta) Stefano Lilipaly (Almera City FC) Toni Cussel Anggi (Persires Bali Devata) Husin Rahaningmas (Persemal Tual) Musafri Depan Greg Nwokolo (Arema Indonesia) Patrich Wanggai (Persipura Jayapura) Ferdinand Pahabol (Persipura Jayapura) Tantan (Sriwijaya FC) Sergio van Dijk (Persib Bandung) Jajang Mulyana (Mitra Kukar) Irfan Bachdim (Chonburi FC) Andik Vermansyah (Persebaya IPL) Titus Bonai (Semen Padang) Oktovianus Maniani (Persepar Palangkaraya) Mario Aebikop (spotiplus.com)

0 komentar: