PFCBILAL- Jajaran elite pengurus PSMS Medan versi PT LPIS sedari awal sudah mengendus upaya penyatuan jilid dua bakal buntu. Karenanya kebijakan terselubung ditempuh dengan cermat. Manuver terbukti dengan pendapukan CEO dan pelatih anyar akhir pekan lalu. Sebuah skenario guna memuluskan langkah menjalani kompetisi Divisi Utama garapan PT LPIS musim ini.
Kepastian mengarungi kompetisi terbukti dengan kelegowoan skuat menjalani latihan reguler sejak, Senin (25/3/2013) lalu.
Tentu saja mengejutkan, pasalnya Saktiawan Sinaga sudah melakukan protes lewat aksi boikot latihan kurun tiga pekan. Vakum latihan kala itu ditengarai satu hal pokok yakni kontrak yang tak kunjung disodorkan meski sudah berlatih selama empat bulan lebih.
Apakah kegalauan pemain sudah terjawab?. CEO anyar, Wimvi Tri Hadi mengapungkan janji baru perihal kontrak pemain. "Langkah awalnya tentu kita harus kontrak pemain karena tanggal 14 Maret lalu. Insya Allah dalam Minggu ini. Sebelum manager meeting tanggal 30 Maret kalau sudah akan kita ikat. Dan sistem penggajian dilakukan perbulan, bukan Down Payment (DP) atau panjar," katanya saat berbincang dengan wartawan, Selasa (26/3/2013).
Lalu darimana pendanaannya? Mengingat sebelumnya Ketua umum, Benny Sihotang sempat menyatakan ketidaksanggupannya untuk mengontrak pemain. Namun menurut Wimvi ada sponsor yang positif mendekat. "Ada sponsor dan pembicaraannya sudah mengarah kesitu. Keberhasilannya sudah 60-70 persen. Sebulan yang lalu sudah intens pembicaraan sama mereka," tambahnya.
Selain itu Wimvi mengatakan ada sistem lain untuk menalangi gaji pemain. Dalam hal ini akan ada pihak ketiga baik individu maupun perusahaan. "Caranya dengan sisten orang tua asuh. Perusahaan tersebut yang langsung menggaji pemain. Ini memang dalam masa transisi harus ada kekuatan mental," jelasnya.
Wimvi juga menyebutkan bakal tak ada revisi atau meninjau ulang nominal kontrak. Rumor beredar revisi akan diberlakukan melihat pihak ketiga masih alergi menyuntikkan fulus karena dualisme."Kita usahakan komitmen kita yang pertama. Tidak ada perubahan. Kalau bicara musim depan lain cerita. Yang penting sekarang cari prestasi menghargai mereka," ucapnya.
Sebelumnya Ketua Umum PSMS Benny Sihotang mengatakan sistem bapak angkat akan menjadi alternatif untuk penggajian pemain. "Akan ada yang memberikan suntikan dana segar. Karena itu saya yakin kalau PSMS satu untuk menyuntikkan dananya. Tapi kalaupun digunakan untuk mendukung pendanaan operasional tim ini," katanya beberapa waktu lalu.
Tak ayal kabar gembira ini pun disambut antusias skuad. Pelatih kepala, Edy Syahputra berharap hal itu bisa direalisasikan. "Ya katanya sih seperti itu. Sebelum manager meeting. Saya pikir ini menjadi motivasi pemain yang sempat bingung dengan ketidakjelasan. Sekarang ini saya lihat mereka cukup bersemangat," katanya sumringah.
(tribunmedan)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar: