PFCBILAL-Stuart Astill mungkin bisa dibilang sebagai fans terloyal yang ada di Britania Raya. Laki-laki yang telah berusia 67 tahun itu tak pernah absen mendukung langsung Nottingham Forest dalam 1.786 laga beruntun klub tersebut, sejak 1973.
Hanya saja, dilansir Daily Mail , Astill akhirnya harus menelan rasa kecewa pada Senin (1/4) setelah dirinya terpaksa melewatkan laga pertama Nottingham dalam 40 tahun terakhir. Itu adalah kali pertama dirinya absen menyaksikan laga klub kesayangannya sejak mendedikasikan dirinya selalu setia menonton 1.786 laga terakhir The Forest.
Astill menyaksikan laga Nottingham pertama kali pada tahun 1956, kala itu dia masihlah seorang bocah berusia 10 tahun. Sejak itu meski tak rutin dia sudah kerap menonton klub kesayangannya tersebut. Total, Astill sudah hadir dalam 2.534 laga Forest.
Astill yang terobsesi dengan Nottingham ini telah melakukan perjalanan lebih dari 100 ribu mil dengan berbagai transportasi, hanya untuk mendukung timnya bermain di Inggris dan Eropa.
Terakhir kali, Astill melewatkan laga Nottingham adalah pada 1973, ketika dirinya harus bertugas dalam sebuah pernikahan. Tapi sejak itu, dia selalu menyaksikan setiap laga kandang dan tandang The Forest, tanpa melewatkan satu pun di antaranya.
Pekan lalu Astill harus dirawat di rumah sakit setelah kakinya terkena infeksi. Hanya saja, dia masih bisa hadir menyaksikan laga imbang 2-2 tim yang dicintainya itu saat menjamu Brighton pada Sabtu (30/1).
Akan tetapi, dokter kemudian melarang Astill yang amat gila bola itu melakukan perjalanan ke Burnley pada Senin (1/4) karena baru saja melakukan operasi pada kakinya itu. Itu artinya, Astill hanya bisa mendengarkan pertandingan Forest melalui radio untuk pertama kalinya sejak berpuluh-puluh tahun lalu.
"Ini adalah pertama kali saya melewatkan pertandingan dalam 40 tahun terakhir. Terakhir kali pada 1973, ketika laga kandang melawan Preston. Kala itu saya bertugas pada acara pernikahan," ucap pensiunan teknisi Britis Rail yang tinggal di Derbyshire itu.
"Saya akan merindukan atmosfer stadion. Saya tahu catatan yang saya buat ini akan berakhir pada suatu waktu. Tapi, saya tidak mengira itu akan berakhir sekarang. Akan menjadi amat tidak biasa mendengarkan pertandingan lewat radio setelah begitu banyaknya saya datang ke pertandingan," ungkapnya sedih.
Astill sendiri mulai menyaksikan pertandingan secara langsung dengan sang ayah yang merupakan suporter Derby County. Laga pertama Nottingham yang disaksikannya adalah kemenangan 4-0 atas Middlesbrough pada November 1956.
Secara mengesankan dia hanya melewatkan dua laga sejak 1960-an dan bahkan juga menyaksikan tim muda Nottingham bermain. Dia juga menjadi saksi sejarah ketika kapten John McGovern mengangkat trofi Eropa setelah menang 1-0 atas Malmo pada 1979 di Munchen.
"Memenangi trofi-trofi Eropa tidak bisa dipercaya. Melihat John McGovern mengangkat piala di Munchen, beberapa tetes air mata keluar dari mata saya. Itu fantastis. Saya juga melihat setiap laga kompetitif saat klub ini ditangani Brian Clough. Mereka luar biasa dan saya merasa terhormat bisa mengatakan saya berada di sana," kenangnya.
Ketidakhadiran Astill pada laga Nottingham Forest pun dirasakan pihak klub. "Akan menjadi hal yang amat menyedihkan karena Stuart tidak bisa berada di sini untuk mendukung kami. Setiap orang di klub mendoakannya cepat pulih," ujar juru bicara klub.
(duniasocceR)
PFCBILAL-Stuart Astill mungkin bisa dibilang sebagai fans terloyal yang ada di Britania Raya. Laki-laki yang telah berusia 67 tahun itu tak pernah absen mendukung langsung Nottingham Forest dalam 1.786 laga beruntun klub tersebut, sejak 1973.
Hanya saja, dilansir Daily Mail , Astill akhirnya harus menelan rasa kecewa pada Senin (1/4) setelah dirinya terpaksa melewatkan laga pertama Nottingham dalam 40 tahun terakhir. Itu adalah kali pertama dirinya absen menyaksikan laga klub kesayangannya sejak mendedikasikan dirinya selalu setia menonton 1.786 laga terakhir The Forest.
Astill menyaksikan laga Nottingham pertama kali pada tahun 1956, kala itu dia masihlah seorang bocah berusia 10 tahun. Sejak itu meski tak rutin dia sudah kerap menonton klub kesayangannya tersebut. Total, Astill sudah hadir dalam 2.534 laga Forest.
Astill yang terobsesi dengan Nottingham ini telah melakukan perjalanan lebih dari 100 ribu mil dengan berbagai transportasi, hanya untuk mendukung timnya bermain di Inggris dan Eropa.
Terakhir kali, Astill melewatkan laga Nottingham adalah pada 1973, ketika dirinya harus bertugas dalam sebuah pernikahan. Tapi sejak itu, dia selalu menyaksikan setiap laga kandang dan tandang The Forest, tanpa melewatkan satu pun di antaranya.
Pekan lalu Astill harus dirawat di rumah sakit setelah kakinya terkena infeksi. Hanya saja, dia masih bisa hadir menyaksikan laga imbang 2-2 tim yang dicintainya itu saat menjamu Brighton pada Sabtu (30/1).
Akan tetapi, dokter kemudian melarang Astill yang amat gila bola itu melakukan perjalanan ke Burnley pada Senin (1/4) karena baru saja melakukan operasi pada kakinya itu. Itu artinya, Astill hanya bisa mendengarkan pertandingan Forest melalui radio untuk pertama kalinya sejak berpuluh-puluh tahun lalu.
"Ini adalah pertama kali saya melewatkan pertandingan dalam 40 tahun terakhir. Terakhir kali pada 1973, ketika laga kandang melawan Preston. Kala itu saya bertugas pada acara pernikahan," ucap pensiunan teknisi Britis Rail yang tinggal di Derbyshire itu.
"Saya akan merindukan atmosfer stadion. Saya tahu catatan yang saya buat ini akan berakhir pada suatu waktu. Tapi, saya tidak mengira itu akan berakhir sekarang. Akan menjadi amat tidak biasa mendengarkan pertandingan lewat radio setelah begitu banyaknya saya datang ke pertandingan," ungkapnya sedih.
Astill sendiri mulai menyaksikan pertandingan secara langsung dengan sang ayah yang merupakan suporter Derby County. Laga pertama Nottingham yang disaksikannya adalah kemenangan 4-0 atas Middlesbrough pada November 1956.
Secara mengesankan dia hanya melewatkan dua laga sejak 1960-an dan bahkan juga menyaksikan tim muda Nottingham bermain. Dia juga menjadi saksi sejarah ketika kapten John McGovern mengangkat trofi Eropa setelah menang 1-0 atas Malmo pada 1979 di Munchen.
"Memenangi trofi-trofi Eropa tidak bisa dipercaya. Melihat John McGovern mengangkat piala di Munchen, beberapa tetes air mata keluar dari mata saya. Itu fantastis. Saya juga melihat setiap laga kompetitif saat klub ini ditangani Brian Clough. Mereka luar biasa dan saya merasa terhormat bisa mengatakan saya berada di sana," kenangnya.
Ketidakhadiran Astill pada laga Nottingham Forest pun dirasakan pihak klub. "Akan menjadi hal yang amat menyedihkan karena Stuart tidak bisa berada di sini untuk mendukung kami. Setiap orang di klub mendoakannya cepat pulih," ujar juru bicara klub.
(duniasocceR)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar: