PFCBILAL-Meskipun PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero, Senin (1/4/2013) ini kembali menaikan tarif listrik sebesar 4,3 persen, namun pelanggan di Sumut tetap saja harus menanggung kecewa karena arus tenaga listrik hari ini mengalami byar pet atau pemadaman bergilir.
Kenaikan listrik ini merupakan tahap kedua dari empat tahap yang direncanakan sejak 1 Januari 2013, kemudian berkala April, Juli, dan Oktober 2013.
Manajer PLN Sumbagut, Ali membenarkan hari ini mulai berlaku kenaikan tarif dasar listrik tahap II.
"Iya benar," Aku Ali saat dikonfirmasi Tribun via selularnya, Senin malam.
Terkait dengan pemadaman bergilir yang masih terjadi Ali beralasan karena dua PLTU di Labuhan Angin tidak beroperasi. Satu pembangkit dalam tahap perbaikan dan satu lagi Minggu kemarin menggalami trip/gangguan.
"Saat ini kan dua pembangkit listrik kita di Labuhan Angin dalam tahap perbaikan. Satu sedang perawatan rutin, satu lagi Minggu (semalam) trip atau gangguan," ujarnya.
Namun, Ali mengatakan, malam ini juga satu pembangkit sudah bisa sinclude atau sudah bisa mensuplai ke sistem sebesar 100 MW. Sedangkan satu pembangkit lainnya 100 MW, akan bisa sinclude besok (hari ini), Selasa siang.
"Mungkin Jam 10 malam ini satu pembangkit sudah bisa sinclude (sudah bisa mensuplai ke sistem) 100 MW dan besok siang masuk satu lagi 100 MW," ujarnya.
Kemudian, juga adanya pemeliharaan tahunan (over Hall) di PLTA Renun, di Sidikalang. "Ini memang sudah masuk pemeliharaan tahunan. Jadi kita tidak bisa menunda-nunda untuk pemeliharaannya, karena bisa akan makin parah. Lebih bagus padam 10 hari, dari pada padam selamanya," ujarnya sembari menyebut dari sini hanya tersedia 40 MW.
Selain itu, Ali juga mengeluhkan belum masuknya pembangkit-pembangkit baru. Seharusnya, kata Ali, sesuai secedul pembangkit baru itu harus sudah masuk.
"Kalau pembangkit baru sudah masuk, maka sudah akan bisa bagus semua ini. Harusnya sesuai secedul sudah masuk, tapi ini telat-telat terus," ujarnya sembari tidak mengetahui alasan pembangkit baru tersebut belum masuk.
"Itu bagian Unit Pembangunan Pembangkitan Sumatera I. Kalau ini sudah masuk, kami kira sudah aman," ujarnya.
Makanya, lanjut Ali, saat ini pihaknya sedang merancang perencanaan pengoperasian pembangkit-pembangkit dalam 10 tahun ke depan.
"Jadi setiap tahun sudah bisa tahu apa yang harus ditambah. Maka, hingga 10 tahun ke depan masih akan tetap aman. Dan kita tidak macam pemadam kebakaran," katanya.
Disinggung bagaimana himbauannya ke masyarakat terkait pelayanan PLN serta berkaitan dengan kenaikan TDL hari ini, Ali enggan berkomentar.
"Saya nggak bisa komen itu. Pokoknya tugas saya hanya operasi dan pemeliharaan. Kalau soal itu saya nggak komen lah," ujarnya.
Ali mengaku belum menerima laporan berapa daya pemakaian listrik malam ini. "Sampai sekarang saya belum terima laporan. Biasanya pemakaian antara 1500 MW sampai 1550 MW. Namun, kalau cuaca panas pemakaian bisa sampai 1600 MW. Tapi hari ini cuaca kayaknya tidak panas," ujarnya.
(tribunmedan)
PFCBILAL-Meskipun PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero, Senin (1/4/2013) ini kembali menaikan tarif listrik sebesar 4,3 persen, namun pelanggan di Sumut tetap saja harus menanggung kecewa karena arus tenaga listrik hari ini mengalami byar pet atau pemadaman bergilir.
Kenaikan listrik ini merupakan tahap kedua dari empat tahap yang direncanakan sejak 1 Januari 2013, kemudian berkala April, Juli, dan Oktober 2013.
Manajer PLN Sumbagut, Ali membenarkan hari ini mulai berlaku kenaikan tarif dasar listrik tahap II.
"Iya benar," Aku Ali saat dikonfirmasi Tribun via selularnya, Senin malam.
Terkait dengan pemadaman bergilir yang masih terjadi Ali beralasan karena dua PLTU di Labuhan Angin tidak beroperasi. Satu pembangkit dalam tahap perbaikan dan satu lagi Minggu kemarin menggalami trip/gangguan.
"Saat ini kan dua pembangkit listrik kita di Labuhan Angin dalam tahap perbaikan. Satu sedang perawatan rutin, satu lagi Minggu (semalam) trip atau gangguan," ujarnya.
Namun, Ali mengatakan, malam ini juga satu pembangkit sudah bisa sinclude atau sudah bisa mensuplai ke sistem sebesar 100 MW. Sedangkan satu pembangkit lainnya 100 MW, akan bisa sinclude besok (hari ini), Selasa siang.
"Mungkin Jam 10 malam ini satu pembangkit sudah bisa sinclude (sudah bisa mensuplai ke sistem) 100 MW dan besok siang masuk satu lagi 100 MW," ujarnya.
Kemudian, juga adanya pemeliharaan tahunan (over Hall) di PLTA Renun, di Sidikalang. "Ini memang sudah masuk pemeliharaan tahunan. Jadi kita tidak bisa menunda-nunda untuk pemeliharaannya, karena bisa akan makin parah. Lebih bagus padam 10 hari, dari pada padam selamanya," ujarnya sembari menyebut dari sini hanya tersedia 40 MW.
Selain itu, Ali juga mengeluhkan belum masuknya pembangkit-pembangkit baru. Seharusnya, kata Ali, sesuai secedul pembangkit baru itu harus sudah masuk.
"Kalau pembangkit baru sudah masuk, maka sudah akan bisa bagus semua ini. Harusnya sesuai secedul sudah masuk, tapi ini telat-telat terus," ujarnya sembari tidak mengetahui alasan pembangkit baru tersebut belum masuk.
"Itu bagian Unit Pembangunan Pembangkitan Sumatera I. Kalau ini sudah masuk, kami kira sudah aman," ujarnya.
Makanya, lanjut Ali, saat ini pihaknya sedang merancang perencanaan pengoperasian pembangkit-pembangkit dalam 10 tahun ke depan.
"Jadi setiap tahun sudah bisa tahu apa yang harus ditambah. Maka, hingga 10 tahun ke depan masih akan tetap aman. Dan kita tidak macam pemadam kebakaran," katanya.
Disinggung bagaimana himbauannya ke masyarakat terkait pelayanan PLN serta berkaitan dengan kenaikan TDL hari ini, Ali enggan berkomentar.
"Saya nggak bisa komen itu. Pokoknya tugas saya hanya operasi dan pemeliharaan. Kalau soal itu saya nggak komen lah," ujarnya.
Ali mengaku belum menerima laporan berapa daya pemakaian listrik malam ini. "Sampai sekarang saya belum terima laporan. Biasanya pemakaian antara 1500 MW sampai 1550 MW. Namun, kalau cuaca panas pemakaian bisa sampai 1600 MW. Tapi hari ini cuaca kayaknya tidak panas," ujarnya.
(tribunmedan)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar: