Astaga, Di Medan 4,4 Persen Jajanan Mengandung Boraks

-Kepala BPOM Medan I Gede Nyoman Suanda, Kamis (7/2/2013) mengatakan dari hasil penelitian lembaganya di Kota Medan 4,4 persen jajanan anak mengandung boraks. Belum ditemukan yang menggunakan pewarna sintetis dalam makanan anak-anak. Hal itu disampaikannya saat mengikuti konfrensi pers PT Tupperware Indonesia di Hotel Madani Medan. Dimana, PT Tupperware Indonesia saat ini mengambil andil dalam mensosialisasikan makanan anak-anak yang bergizi dan sehat. Dengan kandungan-kandungan yang sesuai untuk pertumbuhan anak. Termasuk dalam pencanangan generasi emas oleh wakil presiden pada tahun 2011. Dengan demikian, pola perhatian terhadap makanan dan jajanan anak-anak diprioritaskan. "Di Sumut kita sudah canangkan, dengan melakukan pembinaan langsung kepada kantin-kantin sekolah," ujarnya. Melakukan sosialisasi dan pembinaan terhadap pengelola kantin, menjadi salah satu upaya yang dilakukan dengan mengambil sampel. "Sehingga hasilnya, pada 2012 yang mengandung bahan berbahaya 4,4 persen dari seluruh sample yang kami uji. Dari kisaran 240 sample. Kami belum mendapat pangan jajanan anak, yang mengandung bahan pewarna berbahaya. Boraks yang dominan. Sementara pemanis yang digunakan tidak pemanis berbahaya, namum melebihi dosis," jelasnya. Juga disampaikannya langkah yang diambil juga berupa melibatkan anak-anak untuk mensosialisasikan pangan sehat. Seperti melakukan penyuluhan, dan melatih dokter-dokter cilik.

0 komentar: