Ditreskrim Narkoba Polda Sumut masih menyidik dan mengembangkan penemuan pabrik sabu di Ruko Blok B No.35 Komplek Johor Baru Bisnis center (JBBC), Pasar V, Jalan Karya Jaya, Delitua, Namorambe, Deli Serdang. Polisi juga masih melakukan pengejaran terhadap He, warga Jakarta yang berhasil melarikan diri.
Direktur Ditreskrim Narkoba Polda Sumut Kombes Toga Habinsaran Panjaitan mengatakan, He berperan sebagai penyuplai bahan baku pembuatan sabu di kawasan Jakarta.
Disebutnya, dengan pengembangan penyelidikan sistem GPS, posisi terakhir He diketahui berada di Jakarta.
"Kita masih terus mengejar He, lokasi terakhirnya di Jakarta. Tim akan berangkat untuk berkoordinasi dengan Polda setempat," ujar Toga di Mapolda Sumut, Kamis (7/2/2013).
Toga juga membantah keterangan anggotanya yang sempat menyampaikan home industry tersebut bisa menghasilkan 6 Kg sabu perhari. Namun, Toga mengakui dari pabrik yang dikelola WR alias Ahua (44) warga Komplek Indah, Blok Z, Kecamatan Percut Sei Tuan dan ED (25) warga Taman Sari II, Jakarta Barat kemarin ditemukan sebanyak 6 Kg bahan dasar pembuat sabu.
"Jadi bukan berarti 6 Kg bahan dasarnya, maka sabu yang bisa dibuat juga sama jumlahnya," ujarnya meluruskan.
Hasil penyidikan sementara, pihaknya menganalisis pelaku masih amatiran dalam proses pembuatan sabu. Kata Toga, pasokan bahan baku sabu tersebut juga masih tergolong dalam hitungan kecil, termasuk juga peralatan masih banyak sistem manual.
"Hasil produksinya tidak sebesar itu. Karena sindikat ini terlihat masih amatiran dengan alat pembuat masih manual. Dugaan sementara, pabrik ini bisa memproduksi sabu 1 Kg atau 2 Kg dalam sekali produksi," ujarnya.
Toga membenarkan, hasil sabu yang diproduksi diedarkan di wilayah Medan dan Jakarta.
"Untuk kepastian lokasinya, kami masih memperdalam keterangan tersangka yang berhasil diamankan," ujarnya.
Toga menyebut, tersangka ED mengalami luka bakar dibagian tangan kanan dan kiri saat terjadi ledakan. "Tapi hanya luka bakar ringan, jadi tidak perlu mendapat perawatan khusus," katanya.
Toga mengaku belum bisa menjelaskan lebih jahu. Karena, sampai saat ini pihaknya masih memperdalam keterangan saksi-saksi dan dua tersangka.
"Saksinya masih dua, dari security komplek dan penjaga malam," ujarnya meminta media bersabar.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar: