Suimin Diharja Pusing Dapur Katering PSMS Medan PT LI Tutup Lagi
Bak luka menganga yang belum juga sembuh tercurah air asam begitulah kondisi terkini PSMS Medan versi PT Liga Indonesia pimpinan Indra Sakti Harahap. Derita imbas kekalahan tragis di kandang dari klub promosi, PS Bangka yang memboyong empat gol tanpa balas belum berhenti. Pasalnya, dapur katering tak sanggup lagi mengepul dan pemain "dipaksa" menenteng nasi bungkus dari luar Mes Kebun Bunga, home base sekaligus venue Training Camp (TC) tim.
Ini bukan untuk pertama kalinya, nampan-nampan tak diisi lauk pauk dan sayuran. Sebelumnya, persis sehari jelang menjamu PS Bengkulu, Sabtu (9/2/2013) lalu, kondisi apes ini sudah terjadi. Bahkan berlangsung selama empat hari beruntun. Pengurus dan manajemen megap-megap mendanai logistik yang jadi kebutuhan primer ini.
Apa boleh buat, pasukan Ayam Kinantan hanya bisa memaksa diri untuk berlatih pagi saja. Itupun sebatas latihan ringan di Stadion Kebun Bunga kemarin. Usai latihan, tim pelatih pun mengizinkan pemain yang tinggal di luar Medan untuk pulang. Sedangkan, pemain yang memang tinggal di Medan tetap tinggal di Mes.
Pelatih kepala Suimin Diharja hanya bisa melontar senyum dingin dengan tatapan terpaku kala ditanya evaluasi kekalahan memalukan yang mendera anak asuhnya. Terdiam beberapa lama sembari menghisap dalam-dalam rokok kretek, ia pun berujar, "Secara teknis, kami kalah segala-galanya dibanding PS Bangka. Semua lini PSMS Medan keropos sehingga enggak bisa berbuat apa-apa. Saya sudah coba mengubah strategi termasuk komposisi pemain setelah tertinggal satu gol, tapi tetap saja enggak ada perubahan berarti," tuturnya kepada www.tribunmedan.com, Jumat (15/2/2013).
"Performa seluruh pemain jeblok, bukan satu dua pemain saja. Ini karena asupan gizi pemain tak terpenuhi dan kurang terkontrol selama membeli nasi dari luar. Tingkat kelelahan dengan masuknya gizi sungguh enggak sebanding. Hari ini (kemarin, red) kembali lagi dapur katering tutup. Dalam kondisi seperti begini, saya enggak berani maksa anak-anak latihan dua kali sehari, saya kuatir mereka sakit kuning," katanya sembari tertunduk lesu.
sumber: tribun medan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar: