PFCBILAL- Ratusan bunga yang berasal dari hasil pembibitan di laboratorium pertamanan milik Dinas Pertamanan Kota Medan disebar di sejumlah ruas jalan protokol di Kota Medan, Kamis (28/2/2013) malam. Penyebaran ini dilakukan dalam rangka mendukung estetika kota sekaligus mewujudkan ibukota provinsi Sumatera Utara menjadi kota bunga.
Penyebaran ratusan bunga ini dipimpin langsung Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM, Sekda Ir Syaiful Bahri Lubis MM, Asisten Umum Ikhwan Habibi, Asisten Pemerintahan Drs Musadad Nasution, Asisten Ekbang Ir Qamarul Fatah, serta sejumlah pimpinan SKPD di lingkungan Pemko Medan dan Kabag Humasy Budi Hariono SSTP MAP.
Meski malam itu hujan turun dengan deras namun proses penyebaran bunga tetap dilaksanakan. Dengan mengenakan jeket dan payung, Wali Kota tak putus-putusnya memberikan arahan kepada pegawai Dinas Pertamanan untuk menempatkan bunga sehingga kehadiran bunga menjadikan kawasan itu lebih indah dan menarik.
Berdasarkan amatan ratusan bunga yang disebar umumnya jenis boungenville (bunga kertas) yang telah berbunga dengan ketinggian lebih kurang 1 meter. Bunga itu merupakan hasil steak yang dilakukan petugas pembibitan Dinas Pertamanan di laboratorium pertamanan Jalan Kestaria Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal.
Penyebaran bunga dimulai dari sudut persimpangan Jalan Jalan Sudirman/Jalan Diponegoro, persisnya depan Konsulat Jenderal India Medan sampai sudut Jalan Kejaksaan/Jalan Pengadilan.
Kemudian dilanjutkan di seputaran bundaran Polonia Medan. Selanjutnya di Jalan Juanda, persisnya seputaran bundaran taman yang berada di depan Hotel Polonia dan terakhir di sudut Jalan Suryo.
Menurut Wali Kota, penyebaran bunga ini dilakukan untuk menambah keindahan kota guna mewujudkan Medan menjadi kota bunga. “Seluruh bunga yang kita sebar ini berasal dari hasil pembibitan di laboratorium pertamanan milik Dinas Pertamanan sehingga kualitasnya jauh lebih baik karena telah melalui perawatan penuh,” kata Wali Kota.
Wali Kota merencanakan, setiap sebulan sekali bunga yang telah disebar tersebut akan ditarik kembali dan dimasukkan dalam laboratorium pertamanan untuk mendapatkan perawatan. Dengan demikian bunga-bunga ini tetap terawat dan jauh dari kemungkinan layu maupun mati.
Selanjutnya sebagai gantinya akan diisi bunga dari jenis berbeda yang lebih segar lagi, sebab laboratoirum pertamanan memiliki pembibitan puluhan jenis bunga serta tanaman penghijauan.
Dengan penyebaran bunga yang dilakukan ini, Wali Kota berharap agar seluruh camat dan lurah termotivasi mengikutinya. Artinya, camat dan lurah harus ikut menyebar bunga di wilayahnya masing-masing sehingga Medan menjadi kota bunga. Guna mewujudkannya, camat dan lurah tentunya harus mendorong masyarakat untuk ikut berpartisipasi.
“Kepada seluruh masyarakat, saya menghimbau agar ikut menjaga dan merawat bunga-bunga yang telah kita sebar. Tanpa dukungan dan peran serta masyarakat, sulit bagi kita untuk mewujudkan Medam menjadi kota bunga. Di samping itu masyarakat juga harus tetap menjaga kebersihan lingkungannya masing-masing sehingga Medan bernar-benar menjadi kota bersih sampah,” harapnya.
(TribunMedan)
PFCBILAL- Ratusan bunga yang berasal dari hasil pembibitan di laboratorium pertamanan milik Dinas Pertamanan Kota Medan disebar di sejumlah ruas jalan protokol di Kota Medan, Kamis (28/2/2013) malam. Penyebaran ini dilakukan dalam rangka mendukung estetika kota sekaligus mewujudkan ibukota provinsi Sumatera Utara menjadi kota bunga.
Penyebaran ratusan bunga ini dipimpin langsung Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM, Sekda Ir Syaiful Bahri Lubis MM, Asisten Umum Ikhwan Habibi, Asisten Pemerintahan Drs Musadad Nasution, Asisten Ekbang Ir Qamarul Fatah, serta sejumlah pimpinan SKPD di lingkungan Pemko Medan dan Kabag Humasy Budi Hariono SSTP MAP.
Meski malam itu hujan turun dengan deras namun proses penyebaran bunga tetap dilaksanakan. Dengan mengenakan jeket dan payung, Wali Kota tak putus-putusnya memberikan arahan kepada pegawai Dinas Pertamanan untuk menempatkan bunga sehingga kehadiran bunga menjadikan kawasan itu lebih indah dan menarik.
Berdasarkan amatan ratusan bunga yang disebar umumnya jenis boungenville (bunga kertas) yang telah berbunga dengan ketinggian lebih kurang 1 meter. Bunga itu merupakan hasil steak yang dilakukan petugas pembibitan Dinas Pertamanan di laboratorium pertamanan Jalan Kestaria Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal.
Penyebaran bunga dimulai dari sudut persimpangan Jalan Jalan Sudirman/Jalan Diponegoro, persisnya depan Konsulat Jenderal India Medan sampai sudut Jalan Kejaksaan/Jalan Pengadilan.
Kemudian dilanjutkan di seputaran bundaran Polonia Medan. Selanjutnya di Jalan Juanda, persisnya seputaran bundaran taman yang berada di depan Hotel Polonia dan terakhir di sudut Jalan Suryo.
Menurut Wali Kota, penyebaran bunga ini dilakukan untuk menambah keindahan kota guna mewujudkan Medan menjadi kota bunga. “Seluruh bunga yang kita sebar ini berasal dari hasil pembibitan di laboratorium pertamanan milik Dinas Pertamanan sehingga kualitasnya jauh lebih baik karena telah melalui perawatan penuh,” kata Wali Kota.
Wali Kota merencanakan, setiap sebulan sekali bunga yang telah disebar tersebut akan ditarik kembali dan dimasukkan dalam laboratorium pertamanan untuk mendapatkan perawatan. Dengan demikian bunga-bunga ini tetap terawat dan jauh dari kemungkinan layu maupun mati.
Selanjutnya sebagai gantinya akan diisi bunga dari jenis berbeda yang lebih segar lagi, sebab laboratoirum pertamanan memiliki pembibitan puluhan jenis bunga serta tanaman penghijauan.
Dengan penyebaran bunga yang dilakukan ini, Wali Kota berharap agar seluruh camat dan lurah termotivasi mengikutinya. Artinya, camat dan lurah harus ikut menyebar bunga di wilayahnya masing-masing sehingga Medan menjadi kota bunga. Guna mewujudkannya, camat dan lurah tentunya harus mendorong masyarakat untuk ikut berpartisipasi.
“Kepada seluruh masyarakat, saya menghimbau agar ikut menjaga dan merawat bunga-bunga yang telah kita sebar. Tanpa dukungan dan peran serta masyarakat, sulit bagi kita untuk mewujudkan Medam menjadi kota bunga. Di samping itu masyarakat juga harus tetap menjaga kebersihan lingkungannya masing-masing sehingga Medan bernar-benar menjadi kota bersih sampah,” harapnya.
(TribunMedan)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar: