Saktiawan Sinaga Kecam Pengurus PSMS LPIS

PFCBILAL-Saktiawan Sinaga, penyerang PSMS Medan PT LPIS mengecam kepengurusan dan manajemen yang menuding adanya penghasut di antara pemain. Ia mengungkapkan pemain kelabakan karena harus merogoh kocek sendiri untuk biaya transportasi. Dana pribadi yang dikeluarkan per hari tidaklah kecil. Pasalnya, tidak semua pemain berdomisili di Medan. Selaras dengan itu, belum ada serupiahpun mengalir dari pengurus setelah janji dua pekan lalu akan menyodorkan kontrak resmi. "Ada beberapa pemain yang berasal dari Binjai, Stabat, Serdang Bedagai dan Perbaungan. Mereka butuh uang transport untuk datang latihan ke Mes Kebun Bunga setiap hari. Kebanyakan kami cuma punya sisa uang Rp 1 juta dari uang panjar yang kemarin dikasih. Padahal, biaya hidup sehari-hari saja sudah kebingungan," tutur Sakti kepada www.tribunmedan.com, Selasa (5/3/2013) tadi sore. Eks penyerang Timnas Indonesia ini pun melontarkan kritik pedas. "Kami harap, jangan ada kata-kata bahwa kami tidak loyal sama PSMS. Kami sudah sangat loyal, buktinya kami masih di sini, latihan berbulan-bulan. Padahal pelatih kepala dan beberapa pemain sudah hengkang ke tim lain. Sementara kami masih sangat setia menunggu di sini. Sekarang siapa yang nggak loyal, kami atau pengurus PSMSnya," bebernya. "Aneh saja, ada 109 orang yang duduk jadi pengurus. Kemana semuanya, kenapa harus pak Benny. Kok sikit-sikit, harus ke pak Benny. Ada-ada saja. Kalau memang pengurus mau kami yang pergi atau aku yang dibilang jadi provokator, aku pribadi siap pergi," lanjutnya. Tak sampai di situ, Sakti menantang pengurus untuk bisa berlaku transparan. "Ingat, pengurus yang enggak mau 9 pemain yang dikasih panjar kontrak di awal, silahkan saja. Tapi mereka harus buat statemen di media bahwasanya mereka nggak butuh kami," tandasnya. (tribunmedan)

0 komentar: