PFCBILAL- Sepekan jelang duel menghadapi Persih Tembilahan, skuat PSMS Medan PT Liga Indonesia melakoni pematangan taktikal. Di tengah teriknya sinar matahari, Afan Lubis dan kawan-kawan berlatih kurang lebih dua setengah jam. Latihan dimulai pukul 15:00 WIB hingga 17:30 WIB di Stadion Kebun Bunga, Jumat (1/3/2013).
Untuk pertama kalinya tim mulus menjalankan latihan sesuai jadwal. Latihan ini bertujuan supaya pemain bisa beradaptasi dengan cuaca panas. Hal ini berkaitan erat dengan evaluasi tim pelatih bahwa tim kerap kedodoran stamina karena suhu udara yang kelewat panas saat tanding di Stadion Baharoeddin Siregar.
Pelatih kepala Suimin Diharja mengatakan ada dua target yang dibidik pada dua sesi latihan kemarin. "Pertama, adaptasi cuaca panas. Kedua, kemampuan bertahan khusus dari lapangan tengah ke atas, atau dari gelandang ke penyerang. Poin pertama dapat, tapi tidak untuk poin yang kedua," katanya usai gelaran latihan di pelataran Mes Kebun Bunga, Jumat (1/3/2013).
Kendati hanya mencapai satu target, Suimin boleh bernafas lega. Pasalnya, adaptasi cuaca panas sempat tertunda karena dapur katering cengap-cengap menyuguhkan makanan. Tidak mengalirnya dana membuat dapur katering kerap buka-tutup. Alhasil, asupan hanya bisa dimaksimalkan dari nasi bungkus seharga enam sampai tujuh ribu.
"Ya, kita bersyukur karena program yang sudah ditata ulang bisa berjalan baik hari ini. Besok (hari ini) tetap dijadwalkan adaptasi cuaca meskipun hanya latihan di pagi hari saja. Rencananya jam 8, tapi kalau cuaca belum panas akan dimundurkan jadi jam 9 atau jam 10," ucapnya.
Perihal latihan mekanisme bertahan dari gelandang ke penyerang, Suimin mengaku gusar karena anak asuhnya kepayahan menerapkan. "Gagal. Tidak berjalan sesuai harapan. Tadi tim sudah dibagi dua, masing-masing tim dapat pengarahan 10 menit, 20 menit bermain dengan panduan, dan 20 menit bermain lepas. Tapi nggak juga keluar, gagal," bebernya.
Karena itu, pria berjuluk Pelatih Kampung ini tetap akan mengasupkan materi serupa sampai skuat benar-benar memahaminya. Ia yakin racik taktik tersebut bisa diendapkan pemain di sisa masa persiapan.
(TribunMedan)
PFCBILAL- Sepekan jelang duel menghadapi Persih Tembilahan, skuat PSMS Medan PT Liga Indonesia melakoni pematangan taktikal. Di tengah teriknya sinar matahari, Afan Lubis dan kawan-kawan berlatih kurang lebih dua setengah jam. Latihan dimulai pukul 15:00 WIB hingga 17:30 WIB di Stadion Kebun Bunga, Jumat (1/3/2013).
Untuk pertama kalinya tim mulus menjalankan latihan sesuai jadwal. Latihan ini bertujuan supaya pemain bisa beradaptasi dengan cuaca panas. Hal ini berkaitan erat dengan evaluasi tim pelatih bahwa tim kerap kedodoran stamina karena suhu udara yang kelewat panas saat tanding di Stadion Baharoeddin Siregar.
Pelatih kepala Suimin Diharja mengatakan ada dua target yang dibidik pada dua sesi latihan kemarin. "Pertama, adaptasi cuaca panas. Kedua, kemampuan bertahan khusus dari lapangan tengah ke atas, atau dari gelandang ke penyerang. Poin pertama dapat, tapi tidak untuk poin yang kedua," katanya usai gelaran latihan di pelataran Mes Kebun Bunga, Jumat (1/3/2013).
Kendati hanya mencapai satu target, Suimin boleh bernafas lega. Pasalnya, adaptasi cuaca panas sempat tertunda karena dapur katering cengap-cengap menyuguhkan makanan. Tidak mengalirnya dana membuat dapur katering kerap buka-tutup. Alhasil, asupan hanya bisa dimaksimalkan dari nasi bungkus seharga enam sampai tujuh ribu.
"Ya, kita bersyukur karena program yang sudah ditata ulang bisa berjalan baik hari ini. Besok (hari ini) tetap dijadwalkan adaptasi cuaca meskipun hanya latihan di pagi hari saja. Rencananya jam 8, tapi kalau cuaca belum panas akan dimundurkan jadi jam 9 atau jam 10," ucapnya.
Perihal latihan mekanisme bertahan dari gelandang ke penyerang, Suimin mengaku gusar karena anak asuhnya kepayahan menerapkan. "Gagal. Tidak berjalan sesuai harapan. Tadi tim sudah dibagi dua, masing-masing tim dapat pengarahan 10 menit, 20 menit bermain dengan panduan, dan 20 menit bermain lepas. Tapi nggak juga keluar, gagal," bebernya.
Karena itu, pria berjuluk Pelatih Kampung ini tetap akan mengasupkan materi serupa sampai skuat benar-benar memahaminya. Ia yakin racik taktik tersebut bisa diendapkan pemain di sisa masa persiapan.
(TribunMedan)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar: