Gurning "Lambaikan Tangan" pada PSMS PT LPIS

PFCBILAL- Abdul Rahman Gurning akhirnya melambaikan tangan alias berpisah dengan PSMS Medan versi PT LPIS. Ia mengatakan dirinya sudah cukup bersabar menunggu kejelasan dari PSMS. Namun mau tak mau ia harus mencari kejelasan karena sebagai kepala keluarga ia harus menghidupi dapur keluarganya. "Sewaktu saya di PSMS empat bulan saya butuh kejelasan tapi enggak juga. Sebelumnya memang saya lebih duluan nego di Arema sebelum di PSMS. Tapi karena ini kampung halaman saya coba dulu di PSMS. Tapi tidak juga ada kejelasan. Bahkan ketika masih di Malang saya masih telpon Ketua (Benny Sihotang-red) bahwa saya masih mau di Medan. Tapi saya tunggu tidak juga sementara Arema menawarkan kejelasan," kata Gurning yang sudah resmi menjadi pelatih Arema IPL. Dengan kondisi ini, ini kali kedua Gurning gagal membesut PSMS. Musim lalu ia juga sempat ditawari membesut PSMS, namun batal. Kali ini ia kembali tak berjodoh dengan PSMS. "Iya mungkin belum jodoh. Mudah-mudahan musim depan ada jalan," ujarnya. Kepastian status Gurning juga dijelaskan Manajer Arema, Haris Fambudy. "Sejak awal Petinggi Arema Pak Lucky merekomendasi Gurning untuk jadi pelatih.Kami sudah tahu track recordnya di Persitara dan gresik. Kami ingin mencetak pemain muda. Jadi tidak mungkin kami berangkat kalau belum tanda tangan kontrak," katanya Sebelumnya PSMS memang masih menaruh harapan untuk kembalinya Gurning ke Medan. Karena itu posisi pelatih kepala saat ini masih dibiarkan lowong. Latihan dipimpin Asisten pelatih, Edy Syahputra yang disebut-sebut menjadi suksesor Gurning. Disodori Kontrak, Gurning Resmi Jadi Pelatih Arema Malang Pupus sudah asa PSMS versi PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) untuk mendapatkan jasa kepelatihan Abdul Rahman Gurning. Gurning sudah resmi duduk sebagai pembesut Arema Indonesia versi PT LPIS. Penandatanganan kontrak telah dilakukan malam sebelum keberangkatan ke Medan, sehari jelang duel tandang menghadapi Pro Duta. Gurning ditemui di Hotel Saka saat konfrensi pers kemarin mengatakan dirinya kini sudah defenitif statusnya di Arema. Sebelumnya ia sempat menyatakan kebimbangannya di Malang. Namun titik terang yang muncul pada Kamis (28/2/2013) , membuat ia kini sudah klop memimpin Arema. "Beberapa hari ini saya tunggu kabar dari PSMS. Tapi tidak ada. Kebetulan sewaktu mau berangkat ke Medan saya disodori kontrak. Saya akhirnya putuskan tetap di Malang," katanya (TribunMedan)

0 komentar: