Banyak Calon Yang Menggunakan Character Assassination

Black Campaign tidak bisa dilepaskan dari sebuah ajang Pemilukada. Selain itu, masih ada cara lain yang digunakan untuk menggembosi para kandidat yang bertarung pada ajang lima tahunan. "Pembunuhan karakter atau Character assassination kerap digunakan para kandidat," ujar Maslatif Dwipurnomo, pada diskusi politik deklarasi anti golput yang digelar oleh Dewan Mahasiswa IAIN Sumut di aula pusat bahasa dan budaya, Rabu (6/1/2013). Menurut Dosen Bahasa IAIN Sumut ini, dalam ilmu bahasa pembunuhan karakter yang dilakukan para calon yakni dengan cara Glory Asociation Lighting Association dan Card Staking. Glory Asociation, menurutnya dapat diartikan sebagai sebuah cara untuk menempelkan namanya kepada para tokoh-tokoh yang berpengaruh sehingga terlihat hebat. "Misalnya ada calon yang meminta restu dari seorang tokoh agama berpengaruh. Dengan adanya restu tersebut seakan-akan menjadikan calon tersebut adalah tokoh yang suci. Secara tidak langsung berarti tokoh yang lain itu kafir," ujarnya. Cara kedua yang digunakan yakni, Lighting Association yakni menggambarkan kesuksesan sendiri. Ia menggambarkan seorang tokoh yang menunjukkan keberhasilannya dalam melaksanakan pembangunan dan menulis buku yang menceritikan kehebatan dirinya. Cara yang terakhir yakni Card Staking atau mengambarkan dirinya sebagai seorang penyelamat, contohnya, kami keren, kalau tidak tidak pilih kami berarti tidak keren. Menurutnya, sikap tersebut sah-sah saja digunakan dalam dunai politik, namun tidak mendidik masyarakat.

0 komentar: